MAKALAH
PRODUK JURNALISTIK
Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Jurnalistik dan Publisistik
Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester VII
Dosen Pengampu:
Muthoharoh,
M.Pd.I
Disusun oleh:
Kelompok 8
Fatkhiyah (1608101023)
Husnul
Dinah (1608101024)
Jaenudin (1608101027)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2019/2020
Kata Pengantar
Puji Syukur kami
panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan anugerahNya,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Jurnalistik dan Publisistik yang
berjudul Produk Jurnalistik.
Penulis menyadari
sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini dan juga di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan kami selaku penyusun dan bagi
pembaca kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Kami ucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu demi terselesaikannya makalah ini.
Cirebon, November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang..................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah................................................................................. 2
C.
Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Produk
Jurnalistik............................................................... 3
B.
Macam-macam Produk Jurnalistik........................................................ 3
1.
Tajuk Rencana................................................................................ 3
2.
Kolom............................................................................................. 7
3.
Pojok............................................................................................... 8
4.
Artikel............................................................................................. 10
5.
Karikatur......................................................................................... 13
6.
Surat Pembaca................................................................................ 16
7.
Berita.............................................................................................. 18
8.
Feature............................................................................................ 19
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 23
LAMPIRAN.................................................................................................... 24
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keberadaan media massa saat ini
menjadi faktor utama dalam kehidupan khususnya sebagai sarana informasi bagi
masyarakat luas. Kebutuhan akan informasi
menjadi suatu hal yang tidak dapat terlewatkan, yang menjadi suatu kebutuhan
pokok bagi masyarakat luas saat ini. Peran fungsi media massa cetak maupun
elektronik dalam kenyataannya memiliki kesamaan, diantaranya memberikan sarana
informasi terhadap masyarakat khalayak. Media massa dalam arti sempit, pers
hanya menunjuk kepada media cetak berkala seperti surat kabar, tabloid, dan
majalah. Sedangkan dalam arti luas pers bukanlah hanya menunjuk kepada media
cetak berkala melainkan juga mencakup media elektronik auditif dan media
elektronik audiovisual sepeti radio, televisi, dan media online.
Kehadiran media massa sebagai salah
satu bentuk kegiatan jurnalistik, menjadikan media massa bersaing dalam
memberikan pesannya dengan cepat dan mengemasnya semenarik mungkin agar
mendapatkan perhatian bagi khalayak umumnya, baik terhadap isi maupun bentuk
penyajian berita memiliki perbedaan yang membedakan satu dan lainnya. Media
saat ini cenderung saling bersaing dalam cara menyajikan informasi kepada
khalayak dengan mengandalkan pembawaan dan ciri khasnya sendiri. Pebedaan
antara media massa, dapat terlihat dari sebuah bentuk baik itu dari pola
penulisan hingga sebuah isi berita tersebut.
Hal ini menimbulkan keragaman yang
begitu positif pada dunia jurnalistik. Namun, media massa harus tetap berada
pada jalur penyampaian berdasarkan kode etik penulisan yang telah baku dalam
dunia jurnalistik. Media elektronik, baik media massa audiovisual seperti
televisi, radio dan internet saat ini faktanya jauh lebih unggul dari media
cetak dalam hal penyampaian berita kepada masyarakat.
Kecepatan penyampaian berita pada
media elektronik mejadikan salah satu alasan media elektronik lebih diminati
oleh masyarakat luas. Tak hanya kecepatan dalam menyampaikan berita, dengan
hanya melihat dan mendengarkan saja tanpa harus membaca masyarakat akan bisa
menerima informasi dengan mudah. Salah satu upaya media surat kabar cetak
khususnya Koran yaitu dengan cara memberikan berita yang bervariatif dalam
meningkatkan penulisannya. Sebagai laporan tercepat, berita sengaja disusun
dengan format yang telah baku. Hal tersebut menjadikan salah satu alasan
mengapa media cetak sedikit dikesampingkan oleh khalayak.
Proses penyajian berita media cetak
cenderung mekanistik atau lebih bersifat baku dalam kenyataannya kurang
menguntungkan bagi media cetak tersebut yang pada kenyataannya dapat
menumpulkan bahkan memandulkan kreativitas. Bagi khalayak pembaca, kenyataan
media yang monoton dan berlangsung terus menerus dalam proses produksi dan
reproduksi berita benar-benar menjenuhkan, bahkan dapat mengantarkan kemalasan
dalam membaca surat kabar, yang dinilai kurang variatif dan inovatif. Dengan
adanya fenomena tersebut, berita tidak harus selalu actual, khalayak pembaca
justru membutuhkan sebuah berita yang menghibur hati.
Dalam makalah ini adalah dibahas
beberapa bentuk dari produk jurnalistik, antara lain berita, feature,
karikatur, tajuk rencana, kolom, dan artikel.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan produk
jurnalistik?
2.
Apa saja macam-macam dari produk
jurnalistik?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui definisi produk jurnalistik.
2.
Mengetahui macam-macam produk jurnalistik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Produk Jurnalistik
Produk jurnalistik adalah surat kabar, tabloid,
majalah, buletin, atau
berkala lainnya seperti radio, televisi, dan media online internet. Namun tidak
setiap surat kabar disebut produk jurnalistik. Surat kabar, tabloid, majalah,
dan buletin dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news),
2) opini (views), dan (3) iklan (advertising). Dari tiga kelompok
besar itu, hanya berita (news) dan opini (views) saja yang disebut produk
jurnalistik. Iklan bukanlah produk jurnalistik, walaupun teknik yang
digunakannya merujuk pada teknik jurnalistik.
Kelompok berita (news), meliputi antara lain
berita langsung (straight news), berita menyeluruh (comprehensive news),
berita mendalam (depth news), pelaporan mendalam (depth reporting),
berita penyelidikan (investigative news), berita khas bercerita (feature
news), berīta gambar (photo news).
Kelompok opini (views), meliputi tajuk
rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai, dan surat pembaca. Sedangkan
kelompok iklan, mencakup berbagai jenis dan sifat iklan mulai dari iklan produk
barang dan jasa, iklan keluarga seperti iklan dukacita, sampai kepada iklan
layanan masyarakat. Untuk memisahkan secara tegas antara berita (news)
dan opini (views) maka tajuk rencana (editorial), karikatur,
pojok, artikel, kolom dan surat pembaca ditempatkan dalam satu halaman khusus.
Inilah yang disebut halaman opini (opinion page).[1]
B. Macam-Macam Produk Jurnalistik
Adapun produk-produk jurnalistik diantaranya, sebagai berikut:
1. Tajuk
Rencana
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang ditulis Drs.
Suharto dan Dra. Ana Retnoningsih, tajuk rencana diartikan dengan “induk
karangan” di majalah, surat kabar atau kepala surat/kop surat. “Menajuk”
diartikan juga dengan terkemuka, tempat tinggi. Dalam bahasa Belanda induk
karangan ini disebut dengan hoofdartikel.[2]
Tajuk rencana berasal dari kata “tajuk” yang disebut
“mahkota”, “Patam” atau “jamang” yang juga berarti perhiasan kepala seperti
jambul dibuat dari bunga buatan jumbai. Oleh sebab itu, Dja'far Assegaf
mengatakan pula bahwa tidaklah salah jika disebut tajuk rencana merupakan
mahkota surat kabar atau majalah.
Karena menyandang gelar mahkota, tajuk rencana ini selalu
membersihkan dirinya di atas posisi raja. Ia layaknya penasihat dan guru raja.
Tajuk rencana selalu menampilkan warna yang sama, yakni
“kritis”. Cara penyampaian pendapat dan nadanya bermacam-macam terkadang
seperti bernada menggurui, mendakwah, memberi perenungan, teoretis, menyerang,
menyalahkan, menghardik, mencela, menegur, pesimis/sinis, terkadang sarkastis.
Sebaliknya, terkadang juga bersifat mendukung, membujuk, informatif, dan
menghibur dengan kata-kata bijak.[3]
Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi
pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan
aktual, fenomenal, dan atau
kontroversial yang berkembang dalam masyarakat.[4]
Tajuk rencana
merupakan artikel yang dibuat jajaran redaksi atau orang yang di minta redaksi
guna menulisnya. Tulisannya tidak terlalu panjang, diletakkan pada posisi yang
tetap, biasanya dalam boks khusus. Tidak disebutkan siapa penulisnya, karena
isi tulisan itu merupakan tanggung jawab redaksi dan merupakan pendapat dari
media massa itu tentang suatu masalah.
Menurut
pendapat Lyle Spencer menyebutkan bahwa tajuk rencana merupakan pernyataan
mengenai fakta dan opini secara singkat, logis dan menarik, di tinjau dari segi
penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan
interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tajuk
rencana harus berisi:[5]
·
Pendapat
·
Logis
·
Singkat
·
Menarik
·
Mempengaruhi pendapat
Fungsi
Tajuk Rencana
ü
Menjelaskan berita
ü
Mengisi latar belakang
ü
Meramalkan masa depan
Bentuk
Tajuk Rencana
a.
Tajuk interpretatif, memaparkan pendapat tentang suatu
masalah yang muncul di masyarakat
b.
Tajuk kritik, menyajikan kritik konstruktif
disampaikan redaksi media terhadap keganjilan di masyarakat
c.
Tajuk persuasif, mengajak masyarakat melakukan
perbuatan tertentu demi kepentingan umum
d.
Tajuk pujian, berisi pujian yang ditampilkan guna memupuk
rasa kebersamaan demi suatu tujuan tertentu.[7]
Contoh Tajuk
Rencana
|
Media
|
Topik
|
Nada Pendapat
|
|
Republika, 26 Januari 2002
|
Berita
berisi pernyataan Presiden Megawati pada acara Tanwir Muhammadiyah mengenai "kritik" yang dilontarkan kepadanya. Kritik dikatakan sudah melampaui batas. Presiden menyebutkan bahwa kritik itu tidak saja melontarkan rasa kecewa, melainkan
sudah kehilangan kendali.
|
Menyalahkan:
Megawati tidak seharusya mengambil kesimpulan seperti itu. Siapa pun
memahami bahwa persoalan bangsa ini tidak dapat diselesaikan cepat, sekuat
apa pun pemimpinnya. Krisis yang terjadi begitu dalam. Persoalannya adalah kepastian terhadap langkah pemerintah mengakhiri
krisis itu. Sejauh ini kebjakan yang diambil pemerintah tidak mampu
meyakinkan rakyat untuk menghadapi masa depannya, bahkan sebaliknya rakyat
merasa terbebani, tidak pada tempatnya pula Megawati menarik kritik yang
ditujukan kepadanya ke persoalan politik.
|

2.
Kolom
Kolom adalah opini singkat seseorang
yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu
persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat.
Kolom, berasal dari bahasa Inggris, column.
Orangnya disebut columnist. Dalam bahasa Inggris, istilah kolumnis
diartikan sebagai penulis karangan khusus berupa komentar, saran, informasi,
atau hiburan, pada surat kabar atau majalah secara regular. Demikian
juga dalam bahasa Indonesia, menjelaskan arti kolumnis sebagai penulis yang
menyumbangkan artikel pada surat kabar atau majalah secara tetap. Kadang-kadang
tulisan dimaksud dikirimkan langsung untuk dimuat dalam surat kabar atau
majalah.[8]
Kolom biasanya ditulis dengan gaya yang sangat
ringan atau enteng dan diselingi humor-humor segar, walaupun masalahnya sangat
serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana,
kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup, dan sebagainya)
Perbedaan kolom dengan tajuk rencana tidak
terletak pada tema atau topik yang dipilih, tetapi lebih pada cara
penyampaiannya. Bila tajuk rencana disampaikan dengan cara yang sangat serius,
kolom bisa lewat secara melenggang santai dengan humor-humor segar. Tajuk
rencana harus logis, rasional atau masuk akal, sedangkan kolom bisa memainkan
kata-kata berupa parodi yang sedikit nyeleneh.[9]
Contoh Kolom
![]() |
3. Pojok
Pojok adalah kutipan pernyataan Singkat narasumber atau
peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversial, untuk kemudian
dikomentari oleh pihak redaksi dengan kata-kata atau kalimat yang mengusik,
menggelitik, dan adakalanya reflektif.[10] Tujuannya untuk
mencubit, mengingatkan, atau menggugat sesuai dengan fungsi kontrol sosial yang
dimilik pers. Kritis tetapi tetap etis. Sesuai dengan namanya, pojok
ditempatkan di sebelah pojok. Dalam setiap edisi penerbitan, pojok memuat
tiga-lima butir kutipan pernyataan atau peristiwa menarik untuk dikomentari.
Rubrik pojok memiliki ciri-ciri yang hampir sama
pada setiap surat kabar di lndonesia:
a. Pojok berisi dua
alinea. Alinea pertama menyajikan suntingan berita atau peristiwa. Alinea kedua
menyajikan opini atau pandangan-pandangan dari lembaga surat kabar sebagai
respons terhadap isi yang tersaji dalam alinea pertama.
b. Isi yang disajikan
baik dalam alinea pertama maupundalam alinea kedua, biasanya terangkai dalam
kalimat-kalimat pendek.
c. Opini atau
pandangan-pandangan dari lembaga surat kabar disajikan dalam kalimat-kalimat
yang bersifat sinis dan humoris. Selain ketiga ciri itu, ada ciri lain yang
melekat dalam pojok, yakni judul rubrik pojok dan nama penjaga pojok itu sendiri.
Topik-topik ulasan yang disajikan dalam rubrik pojok
sangat luas seperti:
sosial, ekonomi, politik, militer, olahraga, budaya, agama, kesenian, kebudayaan,
kriminalitas, kemanusiaan, tragedi, flora dan fauna. Singkat kata, apapun bisa
dijadikan sasaran tembak, sejauh semuanya terikat dalam bingkai berita (news
page).[11]
Seperti halnya kolom, “pojok” juga memanfaatkan elemen
humor untuk menyampaikan kritik, protes, teguran, komentar, dan interpretasi
terhadap fakta dengan kalimat singkat. Kritik, protes, teguran, komentar,
interpretasi, yang disampaikan dalam bentuk kalimat singkat itu selalu
bermaksud mengundang tawa menggelitik, atau setidak-tidaknya akan membuat
pembaca mengangguk-angguk sambil tersenyum.[12]
Contoh Pojok
![]() |
Supportif mendukung
Ø
BUSYRO : Masa penyidik di KPK seharusnya 12
tahun.
Setuju pak,semoga makin lama makin baik.
Supportif bertanya
Ø KEMDIKBUD
: Pendaftaran SNMPTN 2013 gratis.
Ide bagus Pak, kenapa baru sekarang?
4.
Artikel
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang
yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sitatnya aktual dan atau
kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan
meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Disebut lepas, karena
siapa pun pembaca boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat
dan keahliannya masing-masing. Selain itu juga artikel yang ditulis tersebut
tidak terikat dengan berita atau laporan tertentu. Ditulisnya pun boleh kapan
saja, di mana saja, dan oleh siapa saja.
Secara umum artikel dapat dibedakan menurut jenis serta
tingkat kesulitan yang dihadapinya, antara lain: artikel praktis, artikel
ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli.
a. Artikel
praktis
Artikel praktis lebih banyak bersifat petunjuk
praktis cara melakukan sesuatu (how to do it), misalnya petunjuk cara
membuka internet, cara praktis merawat tanaman bonsai, sepuluh langkah membuat
kue tart, kiat ramping dan cantik dalam 15 hari, atau cara cepat menguasai
rumus dan hitungan matematika.
Artikel praktis lebih menekankan pada aspek
ketelitian dan keterampilan daripada masalah pengamatan dan pengembangan
pengetahuan serta analisis peristiwa. Artikel praktis biasanya ditulis dengan
menggunakan pola kronologis. Artinya pesan disusun berdasarkan urutan waktu
atau tahapan pekerjaan.[13]
b. Artikel
Ringan
Artikel ringan lazim ditemukan pada rubrik
anak-anak, remaja,wanita, keluarga. Artikel jenis ini lebih banyak mengangkat
topic bahasan yang ringan dengan cara penyajian yang ringan pula, dalam arti
tidak menguras pikiran kita. Untuk menerima atau mencernanya, kita sebagai
pembaca tidak memerlukan persiapan dan perhatian secara khusus.
Artikel ringan tak ubahnya makanan mie siap saji
atau permen karet yang bisa dikunyah kapan dan di mana saja. Topik bahasan
seperti kiat sukses belajar di perguruan tinggi, benarkah Anda tipe orang
ambisius, sepuluh ciri wanita setia, atau sembilan kelemahan pria di mata
wanita, termasuk ke dalam kategori artikel ringan. Siapa pun yang membacanya
tidak perlumengerutkan dahi, berpikir lebih keras, menganalisis lebih tajam,
atau menggugatnya secara akademis. Artikel ringan bisa dibaca secara sekilas di
tempat praktik dokter atau di ruang-ruang tunggu di terminal, stasiun, atau
bandara. Artikel ringan dikemas dengan gaya paduan informasi dan hiburan
(infotainment).
c. Artikel
Halaman Opini
Artikel halaman opini lazim ditemukan pada halaman
khusus opini bersama tulisan opini yang lain yakni tajuk rencana, karikatur,
pojok, kolom, dan surat pembaca. Artikel opini mengupas suatu masalah secara
serius dan tuntas dengan merujuk pada pendekatan analitis akademis. Sifatnya
relatif berat. Karena itulah, artikel opini kerap ditulis oleh mereka yang
memiliki latar belakang pendidikan, pengetahuan, keahlian, atau pengalaman
memadai di bidangnya masing-masing.
d. Artikel
Analisis Ahli
Artikel analisis ahli biasa kita temukan pada
halaman muka, halaman-halaman berita, atau halaman dan rubrik-rubrik khusus
tertentu. Sesuai dengan namanya, artikel jenis ini ditulis oleh ahli atau pakar
di bidangnya dalam bahasa yang popular dan komunikatif. Artikrl analisis ahli
mengupas secara tajam dan mendalam suatu persoalan yang sedang menjadi sorotan
dan bahan pembicaraan hangat masyarakat. Topik yang diangkat dan dibahas
macam-macam, seperti ekonomi, politik, pendidikan, sosial, agama, budaya,
industri, iptek.[14]
Bahan penulisan
artikel berbeda dengan berita. Bahan berita berasal dari peristiwa dan atau
pendapat orang lain, bahan artikel masih harus ditambah dengan data, bacaan
lain, pengetahuan penulis tentang masalah yang diulas atau ditanggapi itu.
Menulis artikel
jumlah halamannya terbatas, sekitar 3-5 halaman kuarto atau A4 yang diketik spasi ganda. Membiasakan menulis satu artikel
dengan satu titik pembahasan, kalaupun lebih harus dengan bahasan yang
berkaitan dan mempertimbangkan panjang tulisan, karena ruang (halaman) media
cetak untuk memuat artikel terbatas. Pertanggungajawaban penulisan artikel
berada di tangan penulisnya. Oleh karena itu, identitas penulis harus lengkap
dan jelas.[15]
Lima
Pola Artikel
Ø
Pola pemecahan topik, memecah suatu tema (topik)
menjadi beberapa sub topik atau bagian-bagian lebih kecil dan setiap sub topik
itu harus dianalisis.
Ø
Pola masalah dan pemecahannya, mengemukakan masalah
kemudian menganalisis dan mengungkap pemecahannya.
Ø
Pola kronologi, mengetahui urutan peristiwa yang
dikemukakan secara kronologis.
Ø
Pola pendapat dan alasan pemikiran, memainkan pendapat
terhadap suatu masalah dan kemudian memaparkan alasan-alasan dari pendapanya
itu.
Ø
Pola perbandingan, membandingkan persamaan dan
perbedaan dua aspek atau lebih dari suatu tema.[16]
Contoh Artikel
5.
Karikatur
Secara etimologis, karikatur berasal dari bahasa
Italia, caricare artinya melebih-lebihkan. Kata caricare itu sendiri
dipengaruhi kata carattere, juga bahasa Italia, yang berarti karakter dan kata
cara bahasa Spanyol yang berarti wajah. Menurut Lukman yang dikutip oleh Haris Sumadiria, perkataan
karikatur mulai digunakan untuk pertama kalinya oleh Mossini, orang Perancis,
dalam sebuah karyanya pada
1646. Sedangkan orang yang pertama memperkenalkan kata caricature adalah
Lorenzo Bernini untuk karya-karyanya di Perancis pada 1665. Lorenzo Bernini
adalah seorang pemahat patung pada zaman Renaissance. Dengan demikian, secara etimologis karikatur adalah
gambar wajah dan karakteristik seseorang yang berjudul Diverse Figure
yang diekspresikan secara berlebih-lebihan.[17]
Karikatur memiliki esensi yang sama dengan
pojok, tetapi karikatur tampil dengan gambar lukisan yang mengundang senyum.
Gambar tesebut bisa membuat kita tertawa lebar. Umumnya karikatur menampilkan
profil atau wajah orang pembesar (extraordinary man) yang dibuat comical,
seperti kepala besar dengan tubuh yang kecil.
Umumnya karikatur tidak hanya berisi
gambar, tetapi juga terdapat dialog didalamnya. Karikatur tidak pernah
dibiarkan tanpa kata-kata. Walaupun karikatur atau kartun juga disebut sebagai
karya nonverbal, ia harus dibuat berbunyi. Karikatur harus mengandung sesuatu
yang verbal juga.[18]
Menggambar karikatur termasuk proses kreatif seorang
ahli grafis sekaligus seorang jurnalis. Sebagai ahli grafis, ia harus dapat
menyajikan gambar yang memenuhi kaidah komposisi, gradasi, dan aksentuasi
secara tajam dan serasi. Sebagai jurnalis, ia pandai memilih topik yang sedang
aktual, menyangkut kepentingan masyarakat umum, dan mengemasnya dalam paduan
gambar serta kata-kata yang singkat, lugas, sederhana.
Secara teknis jurnalistik, karikatur diartikan
sebagai opini redaksi media dalam bentuk gambar yarng sarat dengan muatan
kritik sosial dengan memasukkan unsur kelucuan, anekdot, atau humor agar siapa
pun yang melihatnya bisa tersenyum, termasuk tokoh atau objek yang
dikarikaturkan itu sendiri.
Sebuah karikatur dikatakan efektif apabila karikatur itu
telah menjalankan fungsinya, yakni karikatur harus membuat senyum untuk semua. Senyum
untuk yang dikritik agar tidak marah, senyum untuk masyarakat yang merasa
terwakili aspirasinya, dan senyum untuk sang karikaturis karena tidak terjadi
apa-apa.[19]
Contoh Karikatur

Gambar
karikatur pendidikan ini bermanfaat untuk tenaga kependidikan. Pada dasarnya
gambar karikatur tersebut menyampaikan tentang kurikulum yang di pakai sekarang
ini di Indonesia. Dulu di Indonesia sistem pendidikannya menggunakan kurikulum
KTSP. Tetapi semenjak pergantian menteri pendidikan, maka kurikulumnya di ubah
menjadi kurikulum 13 dan saat ini sudah wajib digunakan untuk semua di instasi
pendidikan.
Bahkan kurikulum ini tidak hanya berlaku di
daerah perkotaan saja, tetapi di daerah pedesaan atau daerah yang masih
pelosokpun sudah ada pembekalan tentang kurikulum 13. Bahwa kurikulum
13 ini wajib diterapkan untuk semua sekolah.

Jokowi adalah presiden Republik
Indonesia saat ini. Beliau adalah seorang yang sangat sederhana, ramah, rendah
hati, ulet dan selalu berusaha untuk dekat dengan masyarakat Indonesia.
Meskipun presiden Jokowi selalu berusaha hidup sederana. Tetapi beliau selalu
memiliki pemikiran- pemikiran positif yang luar biasa untuk bangsa ini. Di
balik kesederhanaannya, beliau sangat disiplin dalam bekerja. Bahkan beliau
lebih sering terjun langsung bersama masyarakat dalam bertugas untuk memantau
kondisi dilapangan.[20]
6. Surat
Pembaca
Surat pembaca adalah opini singkat yang ditulis oleh
pembaca dan dimuat dalanm rubrik khusus surat pembaca. Surat pembaca biasanya
berisi keluhan atau komentar pembaca tentang apa saja yang menyangkut
kepentingan dirinya atau masyarakat. Panjang surat pembaca rata-rata 2-4
paragraf. Rubrik surat pembaca lebih merupakan layanan publik dari pihak
redaksi terhadap masyarakat.
Dalam rubrik ini, pembaca boleh menuliskan apa saja
dan ditujukan kepada siapa saja. Syaratnya antara lain pembaca harus
menyertakan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas lain yang masih
berlaku seperti fotokopi surat izin mengemudi (SIM) atau kartu mahasiswa. Topik
yang dibahas sangat bervariasi, misalnya tentang telepon umum yang tidak
berfungsi, jalan berlubang, layanan petugas kantor-kantor pemerintah yang
buruk, kinerja dan layanan pihak perusahaan atau badan danorganisasi yang
mengecewakan, atau makin banyaknya tayangan acara pada televisi yang dianggap
menonjolkan sisi pornografi, kekerasan, dan sadisme.[21]
Contoh Surat Pembaca

![]() |
7. Berita
Berita
(news) merupakan informasi yang layak
disajikan kepada publik. Berita yang tergolong layak adalah informasi yang
sifatnya faktual, aktual, akurat, objektif, penting, dan tentu saja menarik
perhatian publik. Biasanya, berita berupa pernyataan yang dipublikasikan
melalui media massa.[22]
Berita
dalah informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakat konsumen, berdasarkan
fakta berupa kejadian dan atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan
disebarkan media massa dalam waktu secepatnya. Dengan definisi tersebut, dapat
diketahui syarat berita harus seperti berikut:
1.
Merupakan fakta,
bukan karangan (fiksi) atau dibuat-buat
2.
Kalapun itu
pendapat atau ide, bukanlah dari wartawan atau reporter yang menulisnya, tetapi
pendapat atau ide orang lain
3.
Informasi itu
harus ditulis dengan cara yang sudah ditentukan
4.
Disebar melalui
media massa secepatnya
Sifat
lain yang harus diingat, berita harus menarik perhatian masyarakat, atau lebih
tepatnya konsumen.[23]
Contoh
Teks Berita
8.
Feature
Feature merupakan salah satu bentuk berita, sehingga secara umum persyaratan
sebuah berita berlaku juga pada penulisan sebuah feature. Mc Kinney
menyebutkan, karangan khas merupakan tulisan yang berada diluar tulisan yang
bersifat berita langsung dengan pegangan utama 5 W + 1 H. Wolseley Champbell
memasukkan karangan khas dalam sisi hiburan (entertainment). Katanya, karangan khas bukan sajian utama, tetapi
dapat menimbulkan selera dan penyedap. Hal itu penting untuk memenuhi salah
satu fungsi surat kabar, yaitu menghibur.
Menurut Zain, feature dalam arti luas merupakan
tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk
rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata, dan sebagainya. Sedangkan dalam
arti sempit, feature merupakan
tulisan khas yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan
lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi.
Zain menjelaskan
lebih jauh, beda feature dengan tajuk
rencana. Feature mengemukakan
opininya tidak begitu kentara, menggunakan contoh-contoh, pelukisan suasana,
meminjam pernyataan-pernyataan pihak yang bertanggung jawab dan lebih panjang.
Sedangkan tajuk rencana lebih rasional dan sangat pendek.
Feature merupakan suatu informasi yang human interest terkait dengan
ketertarikan dan minat orang tentang people
(orang) dan thinks (pikiran) orang
itu yang mungkin unusual (tidak
lazim) dan ketidakbiasaan itu yang membuat informasi tersebut menjadi menarik.
Mondry
mendefinisikan, feature merupakan berita
yang mengisahkan sesuatu yang ditulis dengan gaya bahasa seperti menulis karya seni
dengan target menyentuh perasaan. Materi yang dapat dibuat dalam feature itu banyak, tetapi Wolseley
dalam bukunya menjelaskan minimal terdapat 6 jenis karangan khas berikut.
a. Sejarah
b. Tokoh/ biografi
c. Perjalanan (travelog)
d. Petunjuk tentang sesuatu (how to do it)
e. Ilmiah
f. Karangan bersifat insani (human interest feature)
Dalam penulisan feature, selain bahasa yang berbeda
dengan berita, bentuk susunannya juga berbeda. Berita tentu memiliki baris
tanggal (penulisan nama kota atau nama media) dan diakhir tulisan ada inisial
penulisnya, sedangkan feature tidak
memiliki baris tanggal dan nama penulis ditulis lengkap. Penulisannya ada yang
diawal tulisan, ada juga yang diakhir tulisan.[24]
Lead Feature
Seperti berita, feature juga memiliki lead yang
merupakan mata rantai antara penulis dengan pembaca. Tujuan lead itu supaya dapat mengingatkan
pembaca terhadap seluruh permasalahan yang disajikan dalam feature tersebut.
Lead feature terdapat beberapa model, meliputi:
1)
Lead kesimpulan (summary
lead), berupa bayangan tulisan secara keseluruhan sehingga pembaca dapat
mengambil intisarinya, bukan kesimpulan yang ditulis setelah tulisan selesai.
2)
Lead menceritakan (narative
lead), mengambil gaya tulisan cerpen atau novel, berusaha supaya pembaca
merasa ikut arus menjadi tokoh utama yang diceritakan
3)
Lead menggambarkan (descriptive
lead)
4)
Lead bertanya (question
lead), ditulis dengan suatu pertanyaan. Tujuannya membuat pembaca penasaran
dan ingin tahu lebih lanjut tentang jawaban dari pertanyaan pada lead itu.
5)
Lead langsung (direct
address lead), membuka tulisan seakan-akan penulis berkomunikasi langsung
dengan pembacanya.
6)
Lead kombinasi (combination
lead), penggabungan beberapa model lead. Misalnya kombinasi antara lead bertanya dan lead menceritakan.
7)
Lead menggelitik (teaser
lead), penulis mencoba "menggelitik" pembaca dengan menulis
hal-hal aneh, tidak masuk akal, atau luar biasa. Dan,
8)
Lead lain dari yang lain (freak lead), lead ini
memang terkesan aneh, ungkapannya tidak lazim, tetapi bermakna.[25]
Contoh Feature
![]() |
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Produk
jurnalistik adalah surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya
seperti radio, televisi, dan media online internet. Produk jurnalistik sangat beragam, diantara produk
jurnalistik ialah tajuk rencana, kolom, pojok, artikel, karikatur, surat
pembaca, berita dan feature.
Tajuk rencana adalah opini berisi pendapat dan sikap
resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal,
dan atau kontroversial yang berkembang dalam masyarakat.
Kolom adalah opini singkat seseorang yang
lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan
atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat.
Pojok adalah kutipan pernyataan Singkat narasumber atau
peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversial, untuk kemudian
dikomentari oleh pihak redaksi dengan kata-kata atau kalimat yang mengusik,
menggelitik, dan adakalanya reflektif.
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang
mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sitatnya aktual dan atau
kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan
meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca
(rekreatif). Karikatur
adalah gambar wajah dan karakteristik seseorang yang berjudul Diverse Figure
yang diekspresikan secara berlebih-lebihan.
Surat
pembaca adalah opini singkat yang ditulis oleh pembaca dan dimuat dalanm rubrik
khusus surat pembaca. Surat pembaca biasanya berisi keluhan atau komentar
pembaca tentang apa saja yang menyangkut kepentingan dirinya atau masyarakat.
Berita
dalah informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakat konsumen,
berdasarkan fakta berupa kejadian dan atau ide (pendapat), disusun sedemikian
rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya.
Feature
merupakan salah satu bentuk berita. Feature
dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan
ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata, dan
sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature
merupakan tulisan khas yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi
informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang
bervariasi.
DAFTAR PUSTAKA
Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan
Feature
Panduan Praktis
Jurnalis Profesional. Bandung: Simbiosa Rekatama
Media.
https://dosenbahasa.com/contoh-feature-singkat dikutip pada hari Kamis,
14 November 2019
pukul 08.30 WIB
2019 pukul 21.50 WIB
14 November 2019 pukul 08.18 WIB
2019 pukul
21.44 WIB
Selasa, 12 November 2019 pukul 22.00 WIB
Indah Suryawati. 2011. Jurnalistik
Suatu Pengantar: Teori dan Praktik. Bogor:
Penerbit Ghalia
Indonesia.
Mondry. 2014. Pemahaman Teori
dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis
Berita. Jakarta:
Erlangga.
[1] Haris Sumadiria.
2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis
Jurnalis Profesional. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media. Hal. 6-7
[2] Sedia
Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita.
Jakarta: Erlangga. Hal. 142
[3]Ibid. hal.
142-143
[4] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 7
[5] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia. Hal. 231
[6] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Hal. 232
[7] Ibid.
Hal. 235
[8] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal.
14
[9] Sedia
Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal.
148
[10] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 9
[11] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal.
10
[12] Sedia
Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal.
154
[13] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal.
11-12
[14] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 12-13
[15] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 209-210
[16] Ibid.
Hal 218
[17] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 8
[18] Sedia
Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal.
158
[19] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 9
[20] https://thegorbalsla.com/gambar-karikatur/ Diutip pada hari
Selasa, 12 November 2019 pukul 21.44 WIB
[21] Haris
Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan
Praktis Jurnalis Profesional. Hal.
16
[22] Indah
Suryawati. 2011. Jurnalistik Suatu
Pengantar: Teori dan Praktik. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Hal 67
[23] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia. Hal 144
[24] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 194-196
[25] Mondry.
2014. Pemahaman Teori dan Praktik
Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 197-202





Belum ada tanggapan untuk "Produk Jurnalistik"
Posting Komentar