Motivasi Menulis

Produk Jurnalistik


MAKALAH
PRODUK JURNALISTIK
Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Jurnalistik dan Publisistik
Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)  Semester VII

Dosen Pengampu:
Muthoharoh, M.Pd.I


Disusun oleh:
Kelompok 8
Fatkhiyah                          (1608101023)
Husnul Dinah                   (1608101024)
Jaenudin                           (1608101027)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2019/2020

Kata Pengantar

            Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan anugerahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Jurnalistik dan Publisistik yang berjudul Produk Jurnalistik.
            Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dan juga di masa yang akan datang.
            Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan kami selaku penyusun dan bagi pembaca kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu demi terselesaikannya makalah ini.



Cirebon, November 2019


Penulis





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 2
C.     Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Produk Jurnalistik............................................................... 3
B.     Macam-macam Produk Jurnalistik........................................................ 3
1.      Tajuk Rencana................................................................................ 3
2.      Kolom............................................................................................. 7
3.      Pojok............................................................................................... 8
4.      Artikel............................................................................................. 10
5.      Karikatur......................................................................................... 13
6.      Surat Pembaca................................................................................ 16
7.      Berita.............................................................................................. 18
8.      Feature............................................................................................ 19
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 23
LAMPIRAN.................................................................................................... 24



 BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Keberadaan media massa saat ini menjadi faktor utama dalam kehidupan khususnya sebagai sarana informasi bagi masyarakat luas. Kebutuhan akan informasi menjadi suatu hal yang tidak dapat terlewatkan, yang menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat luas saat ini. Peran fungsi media massa cetak maupun elektronik dalam kenyataannya memiliki kesamaan, diantaranya memberikan sarana informasi terhadap masyarakat khalayak. Media massa dalam arti sempit, pers hanya menunjuk kepada media cetak berkala seperti surat kabar, tabloid, dan majalah. Sedangkan dalam arti luas pers bukanlah hanya menunjuk kepada media cetak berkala melainkan juga mencakup media elektronik auditif dan media elektronik audiovisual sepeti radio, televisi, dan media online.
Kehadiran media massa sebagai salah satu bentuk kegiatan jurnalistik, menjadikan media massa bersaing dalam memberikan pesannya dengan cepat dan mengemasnya semenarik mungkin agar mendapatkan perhatian bagi khalayak umumnya, baik terhadap isi maupun bentuk penyajian berita memiliki perbedaan yang membedakan satu dan lainnya. Media saat ini cenderung saling bersaing dalam cara menyajikan informasi kepada khalayak dengan mengandalkan pembawaan dan ciri khasnya sendiri. Pebedaan antara media massa, dapat terlihat dari sebuah bentuk baik itu dari pola penulisan hingga sebuah isi berita tersebut.
Hal ini menimbulkan keragaman yang begitu positif pada dunia jurnalistik. Namun, media massa harus tetap berada pada jalur penyampaian berdasarkan kode etik penulisan yang telah baku dalam dunia jurnalistik. Media elektronik, baik media massa audiovisual seperti televisi, radio dan internet saat ini faktanya jauh lebih unggul dari media cetak dalam hal penyampaian berita kepada masyarakat.
Kecepatan penyampaian berita pada media elektronik mejadikan salah satu alasan media elektronik lebih diminati oleh masyarakat luas. Tak hanya kecepatan dalam menyampaikan berita, dengan hanya melihat dan mendengarkan saja tanpa harus membaca masyarakat akan bisa menerima informasi dengan mudah. Salah satu upaya media surat kabar cetak khususnya Koran yaitu dengan cara memberikan berita yang bervariatif dalam meningkatkan penulisannya. Sebagai laporan tercepat, berita sengaja disusun dengan format yang telah baku. Hal tersebut menjadikan salah satu alasan mengapa media cetak sedikit dikesampingkan oleh khalayak.
Proses penyajian berita media cetak cenderung mekanistik atau lebih bersifat baku dalam kenyataannya kurang menguntungkan bagi media cetak tersebut yang pada kenyataannya dapat menumpulkan bahkan memandulkan kreativitas. Bagi khalayak pembaca, kenyataan media yang monoton dan berlangsung terus menerus dalam proses produksi dan reproduksi berita benar-benar menjenuhkan, bahkan dapat mengantarkan kemalasan dalam membaca surat kabar, yang dinilai kurang variatif dan inovatif. Dengan adanya fenomena tersebut, berita tidak harus selalu actual, khalayak pembaca justru membutuhkan sebuah berita yang menghibur hati.
Dalam makalah ini adalah dibahas beberapa bentuk dari produk jurnalistik, antara lain berita, feature, karikatur, tajuk rencana, kolom, dan artikel.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan produk jurnalistik?
2.      Apa saja macam-macam dari produk jurnalistik?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui definisi produk jurnalistik.
2.      Mengetahui macam-macam produk jurnalistik.







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Produk Jurnalistik
Produk jurnalistik adalah surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya seperti radio, televisi, dan media online internet. Namun tidak setiap surat kabar disebut produk jurnalistik. Surat kabar, tabloid, majalah, dan buletin dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), 2) opini (views), dan (3) iklan (advertising). Dari tiga kelompok besar itu, hanya berita (news) dan opini (views) saja yang disebut produk jurnalistik. Iklan bukanlah produk jurnalistik, walaupun teknik yang digunakannya merujuk pada teknik jurnalistik.
Kelompok berita (news), meliputi antara lain berita langsung (straight news), berita menyeluruh (comprehensive news), berita mendalam (depth news), pelaporan mendalam (depth reporting), berita penyelidikan (investigative news), berita khas bercerita (feature news), berīta gambar (photo news).
Kelompok opini (views), meliputi tajuk rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai, dan surat pembaca. Sedangkan kelompok iklan, mencakup berbagai jenis dan sifat iklan mulai dari iklan produk barang dan jasa, iklan keluarga seperti iklan dukacita, sampai kepada iklan layanan masyarakat. Untuk memisahkan secara tegas antara berita (news) dan opini (views) maka tajuk rencana (editorial), karikatur, pojok, artikel, kolom dan surat pembaca ditempatkan dalam satu halaman khusus. Inilah yang disebut halaman opini (opinion page).[1]
B.     Macam-Macam Produk Jurnalistik
                Adapun produk-produk jurnalistik diantaranya, sebagai berikut:
1.      Tajuk Rencana
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang ditulis Drs. Suharto dan Dra. Ana Retnoningsih, tajuk rencana diartikan dengan “induk karangan” di majalah, surat kabar atau kepala surat/kop surat. “Menajuk” diartikan juga dengan terkemuka, tempat tinggi. Dalam bahasa Belanda induk karangan ini disebut dengan hoofdartikel.[2]
Tajuk rencana berasal dari kata “tajuk” yang disebut “mahkota”, “Patam” atau “jamang” yang juga berarti perhiasan kepala seperti jambul dibuat dari bunga buatan jumbai. Oleh sebab itu, Dja'far Assegaf mengatakan pula bahwa tidaklah salah jika disebut tajuk rencana merupakan mahkota surat kabar atau majalah.
Karena menyandang gelar mahkota, tajuk rencana ini selalu membersihkan dirinya di atas posisi raja. Ia layaknya penasihat dan guru raja.
Tajuk rencana selalu menampilkan warna yang sama, yakni “kritis”. Cara penyampaian pendapat dan nadanya bermacam-macam terkadang seperti bernada menggurui, mendakwah, memberi perenungan, teoretis, menyerang, menyalahkan, menghardik, mencela, menegur, pesimis/sinis, terkadang sarkastis. Sebaliknya, terkadang juga bersifat mendukung, membujuk, informatif, dan menghibur dengan kata-kata bijak.[3]
Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau kontroversial yang berkembang dalam masyarakat.[4]
Tajuk rencana merupakan artikel yang dibuat jajaran redaksi atau orang yang di minta redaksi guna menulisnya. Tulisannya tidak terlalu panjang, diletakkan pada posisi yang tetap, biasanya dalam boks khusus. Tidak disebutkan siapa penulisnya, karena isi tulisan itu merupakan tanggung jawab redaksi dan merupakan pendapat dari media massa itu tentang suatu masalah.
Menurut pendapat Lyle Spencer menyebutkan bahwa tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis dan menarik, di tinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tajuk rencana harus berisi:[5]
·      Pendapat
·      Logis
·      Singkat
·      Menarik
·      Mempengaruhi pendapat
Fungsi Tajuk Rencana
ü Menjelaskan berita
ü Mengisi latar belakang
ü Meramalkan masa depan
ü Meneruskan suatu penilaian moral[6]
Bentuk Tajuk Rencana
a.    Tajuk interpretatif, memaparkan pendapat tentang suatu masalah yang muncul di masyarakat
b.    Tajuk kritik, menyajikan kritik konstruktif disampaikan redaksi media terhadap keganjilan di masyarakat
c.    Tajuk persuasif, mengajak masyarakat melakukan perbuatan tertentu demi kepentingan umum
d.   Tajuk pujian, berisi pujian yang ditampilkan guna memupuk rasa kebersamaan demi suatu tujuan tertentu.[7]
Contoh Tajuk Rencana
Media
Topik
Nada Pendapat
Republika, 26 Januari 2002

Berita berisi pernyataan Presiden Megawati pada acara Tanwir Muhammadiyah mengenai "kritik" yang dilontarkan kepadanya. Kritik dikatakan sudah melampaui batas. Presiden menyebutkan bahwa kritik itu tidak saja melontarkan rasa kecewa, melainkan sudah kehilangan kendali.

Menyalahkan:
Megawati tidak seharusya mengambil kesimpulan seperti itu. Siapa pun memahami bahwa persoalan bangsa ini tidak dapat diselesaikan cepat, sekuat apa pun pemimpinnya. Krisis yang terjadi begitu dalam. Persoalannya adalah kepastian terhadap langkah pemerintah mengakhiri krisis itu. Sejauh ini kebjakan yang diambil pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyat untuk menghadapi masa depannya, bahkan sebaliknya rakyat merasa terbebani, tidak pada tempatnya pula Megawati menarik kritik yang ditujukan kepadanya ke persoalan politik.
Text Box: Bullying Anak Sekolah, Salah Siapa?

Pergaulan anak sekoah sekarang ini sedang menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Terlebih lagi karena banyak video pembullyan dikalangan anak sekolah. Bahkan pelaku dan korban kasus pembullyan merupakan anak sekolah itu sendiri. Kebanyakan kasus ini terjadi dikalangan senior dan junior (siswa baru). Siswa senior tersebut memiliki anggapan bahwa dirinya memperoleh respect dari juniornya. Bahkan siswa siswa tersebit tidak segan untuk melakukan berbagai cara dalam mempermalukan juniornya seperti pemberian hukuman secara fisik maupun tindakan yang bersifat negatif lainnya.
Kasus bullying yang terjadi dikalangan anak sekolah memang sudah bersifat turun temurun. Bahkan telah menjadi budaya dikalangan senior dalam memberi pelajaran dikalangan juniornya meski dengan cara yang salah. Lalu, siapa yang patut disalahkan dalam hal ini?
Apabila kita lihat beberapa tahun ke belakang, kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) merupakan sarana pembullyan anak sekolah, baik dalam tingkat SMP, SMA, dan perkuliahan. Tujuan MOS sebenarnya untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, melatih kekompakan antar siswa, serta hal hal positif lainnya. Namun kenyataannya malah disalah gunakan untuk hal hal yang bersifat negatif seperti kekerasan fisik.

Sekarang ini kegiatan MOS sudah ditiadakan bahkan telah dirubah sistemnya. MOS sekarang dilakukan oleh pihak guru untuk membekali siswa siswa baru sesuai peraturan Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Tetapi masih ada sisa sisa pembullyan yang terjadi dikalangan anak sekolah. Siapa yang patut disalahkan? Apabila tindakan pembullyan terjadi dilingkup sekolah maka yang patut disalahkan adalah pihak sekolah karena telah lalai dalam mengawasi kegiatan siswanya. Namun jika bullying dilakukan diluar sekolah maka yang patut disalahkan ialah pelaku serta pihak orang tua karena kurang mengawasi tindakan anak anaknya.
Dalam video bullying yang sedang viral sekarang ini, peristiwa tersebut terjadi diluar jam sekolah dan diluar lingkup sekolah. Maka dari itu pihak yang perlu disalahkan ialah orang tua dari pelaku itu sendiri. Namun pihak sekolah juga harus menanggapi hal hal yang berkaitan dengan masalah tersebut. Terlepas dari hal hal tersebut, tindakan bullying memang patut diperhatikan oleh seluruh lapisan masyrakat. Hal ini dilakukan untuk membimbing anak menjadi lebih baik agar tidak terjadi hal hal seperti ini lagi.
(http://materi4belajar.blogspot.com/2018/08/12-contoh-tajuk-rencana-di-surat-kabar.html  dikutip pada hari Selasa, 12 November 2019 pukul 10.31 WIB)




















2.      Kolom
Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat.
Kolom, berasal dari bahasa Inggris, column. Orangnya disebut columnist. Dalam bahasa Inggris, istilah kolumnis diartikan sebagai penulis karangan khusus berupa komentar, saran, informasi, atau hiburan, pada surat kabar atau majalah secara regular. Demikian juga dalam bahasa Indonesia, menjelaskan arti kolumnis sebagai penulis yang menyumbangkan artikel pada surat kabar atau majalah secara tetap. Kadang-kadang tulisan dimaksud dikirimkan langsung untuk dimuat dalam surat kabar atau majalah.[8]
Kolom biasanya ditulis dengan gaya yang sangat ringan atau enteng dan diselingi humor-humor segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup, dan sebagainya)
Perbedaan kolom dengan tajuk rencana tidak terletak pada tema atau topik yang dipilih, tetapi lebih pada cara penyampaiannya. Bila tajuk rencana disampaikan dengan cara yang sangat serius, kolom bisa lewat secara melenggang santai dengan humor-humor segar. Tajuk rencana harus logis, rasional atau masuk akal, sedangkan kolom bisa memainkan kata-kata berupa parodi yang sedikit nyeleneh.[9]





Contoh Kolom
Text Box: Kalau seorang direktur perusahaan tahu bahwa lima juta rupiah gajinya setiap bulan tidak seluruhnya merupakan hak miliknya, sehingga sebagian gaji itu diserahkan kepada kaum miskin yang menghakinya, pasti itu bukan jaminan bahwa kemiskinan akan lenyap dari muka bumi. Tetapi,  ia dengan demikian telah menjalankan kerangka duniawi-ukhrawi perniagaan dengan dan di dalam Allah. Ia telah lebih dari tingkat insan dan abdullah; ia khalifatullah.

(Dikutip dari kolom Emha Ainun Najib berjudul "Berniaga dengan dan di dalam Allah", Tempo, Slilit Sang Kiai, Jakarta: Grafiti. Cet. VI. 1992).
 








3.      Pojok
Pojok adalah kutipan pernyataan Singkat narasumber atau peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversial, untuk kemudian dikomentari oleh pihak redaksi dengan kata-kata atau kalimat yang mengusik, menggelitik, dan adakalanya reflektif.[10] Tujuannya untuk mencubit, mengingatkan, atau menggugat sesuai dengan fungsi kontrol sosial yang dimilik pers. Kritis tetapi tetap etis. Sesuai dengan namanya, pojok ditempatkan di sebelah pojok. Dalam setiap edisi penerbitan, pojok memuat tiga-lima butir kutipan pernyataan atau peristiwa menarik untuk dikomentari.
Rubrik pojok memiliki ciri-ciri yang hampir sama pada setiap surat kabar di lndonesia:
a.       Pojok berisi dua alinea. Alinea pertama menyajikan suntingan berita atau peristiwa. Alinea kedua menyajikan opini atau pandangan-pandangan dari lembaga surat kabar sebagai respons terhadap isi yang tersaji dalam alinea pertama.
b.      Isi yang disajikan baik dalam alinea pertama maupundalam alinea kedua, biasanya terangkai dalam kalimat-kalimat pendek.
c.       Opini atau pandangan-pandangan dari lembaga surat kabar disajikan dalam kalimat-kalimat yang bersifat sinis dan humoris. Selain ketiga ciri itu, ada ciri lain yang melekat dalam pojok, yakni judul rubrik pojok dan nama penjaga pojok itu sendiri.
Topik-topik ulasan yang disajikan dalam rubrik pojok sangat luas seperti: sosial, ekonomi, politik, militer, olahraga, budaya, agama, kesenian, kebudayaan, kriminalitas, kemanusiaan, tragedi, flora dan fauna. Singkat kata, apapun bisa dijadikan sasaran tembak, sejauh semuanya terikat dalam bingkai berita (news page).[11]
Seperti halnya kolom, “pojok” juga memanfaatkan elemen humor untuk menyampaikan kritik, protes, teguran, komentar, dan interpretasi terhadap fakta dengan kalimat singkat. Kritik, protes, teguran, komentar, interpretasi, yang disampaikan dalam bentuk kalimat singkat itu selalu bermaksud mengundang tawa menggelitik, atau setidak-tidaknya akan membuat pembaca mengangguk-angguk sambil tersenyum.[12]
Contoh Pojok
 






Supportif mendukung
Ø    BUSYRO : Masa penyidik di KPK seharusnya 12 tahun.                
Setuju pak,semoga makin lama makin baik.

Supportif bertanya
Ø  KEMDIKBUD : Pendaftaran SNMPTN 2013 gratis.
Ide bagus Pak, kenapa baru sekarang?
4.       Artikel
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sitatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Disebut lepas, karena siapa pun pembaca boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat dan keahliannya masing-masing. Selain itu juga artikel yang ditulis tersebut tidak terikat dengan berita atau laporan tertentu. Ditulisnya pun boleh kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja.
Secara umum artikel dapat dibedakan menurut jenis serta tingkat kesulitan yang dihadapinya, antara lain: artikel praktis, artikel ringan, artikel halaman opini, dan artikel analisis ahli.
a.      Artikel praktis
Artikel praktis lebih banyak bersifat petunjuk praktis cara melakukan sesuatu (how to do it), misalnya petunjuk cara membuka internet, cara praktis merawat tanaman bonsai, sepuluh langkah membuat kue tart, kiat ramping dan cantik dalam 15 hari, atau cara cepat menguasai rumus dan hitungan matematika.
Artikel praktis lebih menekankan pada aspek ketelitian dan keterampilan daripada masalah pengamatan dan pengembangan pengetahuan serta analisis peristiwa. Artikel praktis biasanya ditulis dengan menggunakan pola kronologis. Artinya pesan disusun berdasarkan urutan waktu atau tahapan pekerjaan.[13]
b.      Artikel Ringan
Artikel ringan lazim ditemukan pada rubrik anak-anak, remaja,wanita, keluarga. Artikel jenis ini lebih banyak mengangkat topic bahasan yang ringan dengan cara penyajian yang ringan pula, dalam arti tidak menguras pikiran kita. Untuk menerima atau mencernanya, kita sebagai pembaca tidak memerlukan persiapan dan perhatian secara khusus.
Artikel ringan tak ubahnya makanan mie siap saji atau permen karet yang bisa dikunyah kapan dan di mana saja. Topik bahasan seperti kiat sukses belajar di perguruan tinggi, benarkah Anda tipe orang ambisius, sepuluh ciri wanita setia, atau sembilan kelemahan pria di mata wanita, termasuk ke dalam kategori artikel ringan. Siapa pun yang membacanya tidak perlumengerutkan dahi, berpikir lebih keras, menganalisis lebih tajam, atau menggugatnya secara akademis. Artikel ringan bisa dibaca secara sekilas di tempat praktik dokter atau di ruang-ruang tunggu di terminal, stasiun, atau bandara. Artikel ringan dikemas dengan gaya paduan informasi dan hiburan (infotainment).
c.       Artikel Halaman Opini
Artikel halaman opini lazim ditemukan pada halaman khusus opini bersama tulisan opini yang lain yakni tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca. Artikel opini mengupas suatu masalah secara serius dan tuntas dengan merujuk pada pendekatan analitis akademis. Sifatnya relatif berat. Karena itulah, artikel opini kerap ditulis oleh mereka yang memiliki latar belakang pendidikan, pengetahuan, keahlian, atau pengalaman memadai di bidangnya masing-masing.
d.      Artikel Analisis Ahli
Artikel analisis ahli biasa kita temukan pada halaman muka, halaman-halaman berita, atau halaman dan rubrik-rubrik khusus tertentu. Sesuai dengan namanya, artikel jenis ini ditulis oleh ahli atau pakar di bidangnya dalam bahasa yang popular dan komunikatif. Artikrl analisis ahli mengupas secara tajam dan mendalam suatu persoalan yang sedang menjadi sorotan dan bahan pembicaraan hangat masyarakat. Topik yang diangkat dan dibahas macam-macam, seperti ekonomi, politik, pendidikan, sosial, agama, budaya, industri, iptek.[14]
Bahan penulisan artikel berbeda dengan berita. Bahan berita berasal dari peristiwa dan atau pendapat orang lain, bahan artikel masih harus ditambah dengan data, bacaan lain, pengetahuan penulis tentang masalah yang diulas atau ditanggapi itu.
Menulis artikel jumlah halamannya terbatas, sekitar 3-5 halaman kuarto atau A4 yang diketik spasi ganda. Membiasakan menulis satu artikel dengan satu titik pembahasan, kalaupun lebih harus dengan bahasan yang berkaitan dan mempertimbangkan panjang tulisan, karena ruang (halaman) media cetak untuk memuat artikel terbatas. Pertanggungajawaban penulisan artikel berada di tangan penulisnya. Oleh karena itu, identitas penulis harus lengkap dan jelas.[15]
Lima Pola Artikel
Ø Pola pemecahan topik, memecah suatu tema (topik) menjadi beberapa sub topik atau bagian-bagian lebih kecil dan setiap sub topik itu harus dianalisis.
Ø Pola masalah dan pemecahannya, mengemukakan masalah kemudian menganalisis dan mengungkap pemecahannya.
Ø Pola kronologi, mengetahui urutan peristiwa yang dikemukakan secara kronologis.
Ø Pola pendapat dan alasan pemikiran, memainkan pendapat terhadap suatu masalah dan kemudian memaparkan alasan-alasan dari pendapanya itu.
Ø Pola perbandingan, membandingkan persamaan dan perbedaan dua aspek atau lebih dari suatu tema.[16]









Text Box: Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

Semua orang pasti kenal dengan makanan cepat saji bernama mie instan Selain mudah didapatkan, jenis makanan yang satu ini juga memiliki rasa yang nikmat.Hanya saja, dibalik sifat praktis dan rasanya yang selalu nikmat ini, mie instan juga memiliki sejumlah resiko.
Menurut sejumlah hasil penelitian, Terlalu sering mengkonsumsi mie instan dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit kanker, ginjal dan usus buntu. Pada sejumlah kasus, konsumsi mie instan berlebihan juga dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas.
Apabila Anda biasanya mengkonsumsi mie instan setiap hari, mulailah untuk menguranginya dengan tenggang waktu 2hingga 3 hari dan lakukan sampai Anda terbebas dari mie instan sama sekali.Menurut penelitian ternyata di dalam mie instan terdapat kandungan lilin yang berbahaya kesehatan. Kandungan lilin dalam mie instan berguna untuk membuat mie tidak lengket satu dengan lainnya. Dengan seringnya kita mengkonsumsi mie instan berarti kita juga telah memasukkan banyak kandungan lilin ke dalam tubuh kita. Kandungan lilin tersebut akan merusak sistem kerja pencernaan dalam tubuh karena baru bisa dicerna oleh tubuh dalam waktuminimal 2 hari.
Selain kandungan lilin, di dalam mie instan juga terdapat natrium yang dapat menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan maag. Jika dikonsumsi berlebihan dalam waktu yang cukup lama, kandungan natrium ini tentu secara signifikan dapat menimbulkan penyakit di atas. Hal ini didasari oleh karena kandungan natrium yang bersifat menetralkan lambung, sehingga mengakibatkan lambung Anda akan mensekreasi asam dalam jumlah yang banyak agar dapat mencerna makanan.
Mie instan ternyata juga mempunyai kandungan zat-zat lain yang dapat membahayakan kesehatan tubuh kita, seperti MSG dan penambah rasa. Jika Anda masih ingin mengkonsumsi mie instan tetapi ingin tetap sehat Anda harus melakukannya sesuai saran penyajian, dan jangan memasak bumbu mie instan secara bersamaan mienya, karena jika bumbu mie instan dimasak di atas suhu120 oC bisa memicu terjadinya sel kanker.
(https://pastiguna.com/contoh-artikel/ Dikutip pada Hari Selasa, 12 November 2019 pukul 21.50 WIB)

Contoh Artikel






















5.      Karikatur
Secara etimologis, karikatur berasal dari bahasa Italia, caricare artinya melebih-lebihkan. Kata caricare itu sendiri dipengaruhi kata carattere, juga bahasa Italia, yang berarti karakter dan kata cara bahasa Spanyol yang berarti wajah. Menurut Lukman yang dikutip oleh Haris Sumadiria, perkataan karikatur mulai digunakan untuk pertama kalinya oleh Mossini, orang Perancis, dalam sebuah karyanya pada 1646. Sedangkan orang yang pertama memperkenalkan kata caricature adalah Lorenzo Bernini untuk karya-karyanya di Perancis pada 1665. Lorenzo Bernini adalah seorang pemahat patung pada zaman Renaissance. Dengan demikian, secara etimologis karikatur adalah gambar wajah dan karakteristik seseorang yang berjudul Diverse Figure yang diekspresikan secara berlebih-lebihan.[17]
Karikatur memiliki esensi yang sama dengan pojok, tetapi karikatur tampil dengan gambar lukisan yang mengundang senyum. Gambar tesebut bisa membuat kita tertawa lebar. Umumnya karikatur menampilkan profil atau wajah orang pembesar (extraordinary man) yang dibuat comical, seperti kepala besar dengan tubuh yang kecil.
Umumnya karikatur tidak hanya berisi gambar, tetapi juga terdapat dialog didalamnya. Karikatur tidak pernah dibiarkan tanpa kata-kata. Walaupun karikatur atau kartun juga disebut sebagai karya nonverbal, ia harus dibuat berbunyi. Karikatur harus mengandung sesuatu yang verbal juga.[18]
Menggambar karikatur termasuk proses kreatif seorang ahli grafis sekaligus seorang jurnalis. Sebagai ahli grafis, ia harus dapat menyajikan gambar yang memenuhi kaidah komposisi, gradasi, dan aksentuasi secara tajam dan serasi. Sebagai jurnalis, ia pandai memilih topik yang sedang aktual, menyangkut kepentingan masyarakat umum, dan mengemasnya dalam paduan gambar serta kata-kata yang singkat, lugas, sederhana.
Secara teknis jurnalistik, karikatur diartikan sebagai opini redaksi media dalam bentuk gambar yarng sarat dengan muatan kritik sosial dengan memasukkan unsur kelucuan, anekdot, atau humor agar siapa pun yang melihatnya bisa tersenyum, termasuk tokoh atau objek yang dikarikaturkan itu sendiri.
Sebuah karikatur dikatakan efektif apabila karikatur itu telah menjalankan fungsinya, yakni karikatur harus membuat senyum untuk semua. Senyum untuk yang dikritik agar tidak marah, senyum untuk masyarakat yang merasa terwakili aspirasinya, dan senyum untuk sang karikaturis karena tidak terjadi apa-apa.[19]
Contoh Karikatur
Gambar Karikatur Pendidikan
Gambar karikatur pendidikan ini bermanfaat untuk tenaga kependidikan. Pada dasarnya gambar karikatur tersebut menyampaikan tentang kurikulum yang di pakai sekarang ini di Indonesia. Dulu di Indonesia sistem pendidikannya menggunakan kurikulum KTSP. Tetapi semenjak pergantian menteri pendidikan, maka kurikulumnya di ubah menjadi kurikulum 13 dan saat ini sudah wajib digunakan untuk semua di instasi pendidikan.
Bahkan kurikulum ini tidak hanya berlaku di daerah perkotaan saja, tetapi di daerah pedesaan atau daerah yang masih pelosokpun sudah ada pembekalan tentang kurikulum 13. Bahwa kurikulum 13 ini wajib diterapkan untuk semua sekolah.






Gambar Karikatu Jokowi
          Jokowi adalah presiden Republik Indonesia saat ini. Beliau adalah seorang yang sangat sederhana, ramah, rendah hati, ulet dan selalu berusaha untuk dekat dengan masyarakat Indonesia. Meskipun presiden Jokowi selalu berusaha hidup sederana. Tetapi beliau selalu memiliki pemikiran- pemikiran positif yang luar biasa untuk bangsa ini. Di balik kesederhanaannya, beliau sangat disiplin dalam bekerja. Bahkan beliau lebih sering terjun langsung bersama masyarakat dalam bertugas untuk memantau kondisi dilapangan.[20]
6.      Surat Pembaca
Surat pembaca adalah opini singkat yang ditulis oleh pembaca dan dimuat dalanm rubrik khusus surat pembaca. Surat pembaca biasanya berisi keluhan atau komentar pembaca tentang apa saja yang menyangkut kepentingan dirinya atau masyarakat. Panjang surat pembaca rata-rata 2-4 paragraf. Rubrik surat pembaca lebih merupakan layanan publik dari pihak redaksi terhadap masyarakat.
Dalam rubrik ini, pembaca boleh menuliskan apa saja dan ditujukan kepada siapa saja. Syaratnya antara lain pembaca harus menyertakan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas lain yang masih berlaku seperti fotokopi surat izin mengemudi (SIM) atau kartu mahasiswa. Topik yang dibahas sangat bervariasi, misalnya tentang telepon umum yang tidak berfungsi, jalan berlubang, layanan petugas kantor-kantor pemerintah yang buruk, kinerja dan layanan pihak perusahaan atau badan danorganisasi yang mengecewakan, atau makin banyaknya tayangan acara pada televisi yang dianggap menonjolkan sisi pornografi, kekerasan, dan sadisme.[21]
Contoh Surat Pembaca
contoh surat pembaca tentang kesehatan
Text Box: “SAMPAH BERSERAK KARENA KURANGNYA TEMPAT SAMPAH”
Saya Robby (14), ingin menyampaikan uneg-uneg saya mengenai lingkungan sekolah yang terkesan kumuh karena lambannya pengolahan dan kurangnya tempat sampah di lingkungan sekolah. Penumpukan tempat sampah di sudut lapangan basket menimbulkan aroma tak sedap. Terkait itu, maka saya mohon bapak kepala sekolah menyediakan lebih banyak tempat sampah agar warga sekolah tidak membuang sampah di sembarang tempat. Selain itu, saya harap bapak sekolah mengusahakan pengolahan sampah dengan cepat sehingga tercipta lingkungan sekolah yang indah dan tidak terkesan kumuh. Mohon segera ditindaklanjuti. Sekian dan terima kasih. _____ 084877xxxx
(https://www.masukuniversitas.com/contoh-surat-pembaca/ dikutip pada hari Selasa, 12 November 2019 pukul 22.00 WIB.)
 













7.      Berita
Berita (news) merupakan informasi yang layak disajikan kepada publik. Berita yang tergolong layak adalah informasi yang sifatnya faktual, aktual, akurat, objektif, penting, dan tentu saja menarik perhatian publik. Biasanya, berita berupa pernyataan yang dipublikasikan melalui media massa.[22]
Berita dalah informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakat konsumen, berdasarkan fakta berupa kejadian dan atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya. Dengan definisi tersebut, dapat diketahui syarat berita harus seperti berikut:
1.    Merupakan fakta, bukan karangan (fiksi) atau dibuat-buat
2.    Kalapun itu pendapat atau ide, bukanlah dari wartawan atau reporter yang menulisnya, tetapi pendapat atau ide orang lain
3.    Informasi itu harus ditulis dengan cara yang sudah ditentukan
4.    Disebar melalui media massa secepatnya
Sifat lain yang harus diingat, berita harus menarik perhatian masyarakat, atau lebih tepatnya konsumen.[23]
Text Box: Diduga Lalai Matikan Lilin, Seisi Rumah Hangus Terbakar
Kemarin malam tepatnya pada pukul 22.14 WIB telah terjadi sebuah peristiwa tak terduga di wilayah kompleks perumahan Griya Jaya Bekasi. Peristiwa tak terduga tersebut menimpa keluarga Pak Andi di mana rumah milik mereka hangus terbakar dilalap si jago merah. Penyebab terjadinya kebakaran diduga karena sang pemilik rumah menaruh lilin di atas lemari kayu.
Beruntung bagi pemilik rumah karena musibah tersebut tidak meminta korban jiwa. Hal ini dikarenakan saat terjadinya kebakaran Pak Andi sedang menghadiri tahlilan di rumah tetangganya. Sementara itu, sang istri juga tidak ada di rumah karena sedang pulang kampung. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini tetap saja mengakibatkan kerugian materi hingga 800 juta rupiah.
(https://sahabatnesia.com/contoh-teks-berita/ dikutip pada hari Kamis, 14 November 2019 pukul 08.18 WIB)
Contoh Teks Berita












8.      Feature
Feature merupakan salah satu bentuk berita, sehingga secara umum persyaratan sebuah berita berlaku juga pada penulisan sebuah feature. Mc Kinney menyebutkan, karangan khas merupakan tulisan yang berada diluar tulisan yang bersifat berita langsung dengan pegangan utama 5 W + 1 H. Wolseley Champbell memasukkan karangan khas dalam sisi hiburan (entertainment). Katanya, karangan khas bukan sajian utama, tetapi dapat menimbulkan selera dan penyedap. Hal itu penting untuk memenuhi salah satu fungsi surat kabar, yaitu menghibur.
Menurut Zain, feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata, dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature merupakan tulisan khas yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi.
Zain menjelaskan lebih jauh, beda feature dengan tajuk rencana. Feature mengemukakan opininya tidak begitu kentara, menggunakan contoh-contoh, pelukisan suasana, meminjam pernyataan-pernyataan pihak yang bertanggung jawab dan lebih panjang. Sedangkan tajuk rencana lebih rasional dan sangat pendek.
Feature merupakan suatu informasi yang human interest terkait dengan ketertarikan dan minat orang tentang people (orang) dan thinks (pikiran) orang itu yang mungkin unusual (tidak lazim) dan ketidakbiasaan itu yang membuat informasi tersebut menjadi menarik.
Mondry mendefinisikan, feature merupakan berita yang mengisahkan sesuatu yang ditulis dengan gaya bahasa seperti menulis karya seni dengan target menyentuh perasaan. Materi yang dapat dibuat dalam feature itu banyak, tetapi Wolseley dalam bukunya menjelaskan minimal terdapat 6 jenis karangan khas berikut.
a. Sejarah
b. Tokoh/ biografi
c. Perjalanan (travelog)
d. Petunjuk tentang sesuatu (how to do it)
e. Ilmiah
f. Karangan bersifat insani (human interest feature)
Dalam penulisan feature, selain bahasa yang berbeda dengan berita, bentuk susunannya juga berbeda. Berita tentu memiliki baris tanggal (penulisan nama kota atau nama media) dan diakhir tulisan ada inisial penulisnya, sedangkan feature tidak memiliki baris tanggal dan nama penulis ditulis lengkap. Penulisannya ada yang diawal tulisan, ada juga yang diakhir tulisan.[24]
Lead Feature
Seperti berita, feature juga memiliki lead yang merupakan mata rantai antara penulis dengan pembaca. Tujuan lead itu supaya dapat mengingatkan pembaca terhadap seluruh permasalahan yang disajikan dalam feature tersebut.
Lead feature terdapat beberapa model, meliputi:
1)   Lead kesimpulan (summary lead), berupa bayangan tulisan secara keseluruhan sehingga pembaca dapat mengambil intisarinya, bukan kesimpulan yang ditulis setelah tulisan selesai.
2)   Lead menceritakan (narative lead), mengambil gaya tulisan cerpen atau novel, berusaha supaya pembaca merasa ikut arus menjadi tokoh utama yang diceritakan
3)   Lead menggambarkan (descriptive lead)
4)   Lead bertanya (question lead), ditulis dengan suatu pertanyaan. Tujuannya membuat pembaca penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang jawaban dari pertanyaan pada lead itu.
5)   Lead langsung (direct address lead), membuka tulisan seakan-akan penulis berkomunikasi langsung dengan pembacanya.
6)   Lead kombinasi (combination lead), penggabungan beberapa model lead. Misalnya kombinasi antara lead bertanya dan lead menceritakan.
7)   Lead menggelitik (teaser lead), penulis mencoba "menggelitik" pembaca dengan menulis hal-hal aneh, tidak masuk akal, atau luar biasa. Dan,
8)   Lead lain dari yang lain (freak lead), lead ini memang terkesan aneh, ungkapannya tidak lazim, tetapi bermakna.[25]

Contoh Feature
Text Box: Burok, Seni Tradisi yang Tersisih*
Bagi warga Cirebon dan sekitarnya, seni tradisi Burok pasti sudah tidak asing lagi. Namun, tidak seua warga tahu kalau seni pertunjukan burok yang berkembang saat ini sudah jauh berubah dari aslinya. Menurut Untung, pimpinan rombongan seni Burok “Mawar Merah” Kelurahan Kesunean, Kota Cirebon, perubahan terjadi karena sejumlah upaya modifikasi, dengan mengadopsi sejumlah unsur budaya lainnya. Upaya modifikasi tersebut terpaksa dilakukan agar seni tradisi burok tidak tersisih oleh seni pertunjukan lain yang lebih modern.
“Kalau kami tidak melakukan modifikasi, seni burok pasti sudah tersisih, bahkan punah,” katanya seusai menggelar pertunjukan Burok di acara syukuran khitanan Kamajaya di Kompleks Ciremai Giri Blok, Kalijaga, Sabtu (27/08/2016).
Untung mengungkapkan, sudah sekitar sepuluh tahun grup seni burok yang dipimpinnya mengadopsi sejumlah unsur budaya lain, untuk menyemarakkan pertunjukan. “Awal tahun 1990-an, seni burok sudah jarang yang menanggap. Namun, sejak kami melakukan sejumlah kreativitas dengan mengadopsi sejumlah budaya lain, seni burok mulai kembali banyak yang manggil,” katanya.
Modifikasi yang dilakukan yakni penambahan badawang (boneka dengan ukuran besar) pengiring burok (wujud kuda bersayap dengan kepala putri cantik berkerudung). Seni Burok yang asli hanya berupa arak-arakan figur utama badawang burok, ditambah badawang pengiring dengan wujud sejumlah binatang seperti macan, gajah, dan lain-lain, dengan iringan musik pengiring.
Saat ini dalam rombongan ditambahkan pula barongsai, sisingaan, dan replika kereta kenana singa barong. Sisingaan mengadopsi dari seni traisi Subang, sedangkan barongsai mengadopsi seni dari Tiongkok.
(https://dosenbahasa.com/contoh-feature-singkat dikutip pada hari Kamis, 14 November 2019 pukul 08.30 WIB)
 






















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Produk jurnalistik adalah surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya seperti radio, televisi, dan media online internet. Produk jurnalistik sangat beragam, diantara produk jurnalistik ialah tajuk rencana, kolom, pojok, artikel, karikatur, surat pembaca, berita dan feature.
Tajuk rencana adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, dan atau kontroversial yang berkembang dalam masyarakat. Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat dalam masyarakat.
Pojok adalah kutipan pernyataan Singkat narasumber atau peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversial, untuk kemudian dikomentari oleh pihak redaksi dengan kata-kata atau kalimat yang mengusik, menggelitik, dan adakalanya reflektif.
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sitatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Karikatur adalah gambar wajah dan karakteristik seseorang yang berjudul Diverse Figure yang diekspresikan secara berlebih-lebihan.
Surat pembaca adalah opini singkat yang ditulis oleh pembaca dan dimuat dalanm rubrik khusus surat pembaca. Surat pembaca biasanya berisi keluhan atau komentar pembaca tentang apa saja yang menyangkut kepentingan dirinya atau masyarakat.
Berita dalah informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakat konsumen, berdasarkan fakta berupa kejadian dan atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya.
Feature merupakan salah satu bentuk berita. Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata, dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature merupakan tulisan khas yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA
Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature
          Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Bandung: Simbiosa Rekatama
          Media.
          kabar.html  dikutip pada hari Selasa, 12 November  2019 pukul 10.31 WIB
          14 November 2019 pukul 08.30 WIB
https://pastiguna.com/contoh-artikel/ Dikutip pada Hari Selasa, 12 November
          2019 pukul 21.50 WIB
          14 November 2019 pukul 08.18 WIB
https://thegorbalsla.com/gambar-karikatur/ Diutip pada hari Selasa, 12 November
          2019 pukul 21.44 WIB
          Selasa, 12 November 2019 pukul 22.00 WIB
Indah Suryawati. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar: Teori dan Praktik. Bogor:
          Penerbit Ghalia Indonesia.
Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor:
          Ghalia Indonesia.
Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta:
          Erlangga.



   


[1] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Hal. 6-7
[2] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga. Hal. 142
[3]Ibid. hal. 142-143
[4] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 7
[5] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia. Hal. 231
[6] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Hal. 232
[7] Ibid. Hal. 235
[8] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 14
[9] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal. 148
[10] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 9
[11] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 10
[12] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal. 154
[13] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 11-12
[14] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Hal. 12-13
[15] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 209-210
[16] Ibid. Hal 218
[17] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 8
[18] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik: Petunjuk Teknis Menulis Berita. hal. 158
[19] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 9
[20] https://thegorbalsla.com/gambar-karikatur/ Diutip pada hari Selasa, 12 November 2019 pukul 21.44 WIB
[21] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Featur Panduan Praktis Jurnalis Profesional.  Hal. 16
[22] Indah Suryawati. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar: Teori dan Praktik. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Hal 67
[23] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia. Hal 144
[24] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 194-196
[25] Mondry. 2014. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik Edisi Kedua. Hal 197-202

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Produk Jurnalistik"

Posting Komentar