Konsumsi di Asia tenggara dan Asia Selatan. Selain rasanya yang
lezat, ternyata budidaya ikan ini dapat menjadi lahan usaha yang keuntungannya
sangat menjanjikan sebagaimana yang telah dijalankan oleh Asmui.
Warga desa Lungbenda ini merintis usahanya sejak tahun 2009. Mulai
dari memilik 5 tambak terpal ikan, sekarang berkembang menjadi 30 terpal ikan.
Dengan modal awal 1 juta, bisa meraup keuntungan hingga 2 juta rupiah perbulan
dengan membesarkan ikan selama satu bulan.
"Tergantung modal yang kita keluarkan, kalau banyak tentunya
keuntungan semakin besar, bahkan bisa mencapai 5jt perbulannya," ujar
Asmui
Pembudidayaan ikan gurami ini mulai dari telor hingga sebesar jari
kuku biasanya sudah bisa dijual. Bisa dibesarkan lagi sampai berukuran 3 jari
yang tentunya dengan harga yang berbeda.
Bibit ikan gurami yang di budidaya oleh Asmui, didatangkan dari
berbagai daerah seperti Tasik, Porwokerto dan Cirebon. Kemudian akan dijual ke
daerah Indramayu untuk dibesarkan.
"Budidaya ikan ini, keuntungannya menjanjikan, dapat
menciptakan lapangan pekerjaan, menjalin kerja sama antar kota. Tentunya
meningkatkan taraf hidup masyarakat yang membudidaya ikan. Bukan hanya saya yang
merakan keuntungannya, tetapi juga teman-teman yang lainnya," lanjut Asmui
Selain mendapatkan pekerjaan, masyarakat sekitar bisa sekaligus
saling menopang kebutuhan budidaya ini. Diantaranya Seperti penjual cacing,
pakan ikan (pelet), serta alat-alat yang diperlukan untuk budidaya.
Fatkhiyah (1608101023)
Instagram: -
Facebook: -

Belum ada tanggapan untuk "Budidaya Ikan Gurami Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Lungbenda"
Posting Komentar