Motivasi Menulis

Sebagai Bentuk Cinta Tanah Air, Inilah yang Dilakukan DEMA FUAD di Hari Kelahiran Nabi MUhammad SAW


Cirebon, Rabu (27/11/2019)
Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) telah menyelenggarakan sebuah acara berupa Dialog Kebangsaan yang bertema “ Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Diversitas Kebudayaan” sebagai rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 Dialog Kebangsaan tersebut merupakan refleksi dari hari kelahiran Nabi Muhammad SAW., yang mana Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk senantiasa menjaga kesatuan persatuan , terutama kesatuan berbangsa dan bernegara. “Latar belakang diadakannya acara Dialog Kebangsaan ini merupakan merespon dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia saat ini, terutama hajat politik mulai dari Pemilihan Presidan, DPR sampai beberpa minggu terakhir ini pemilihan kepala Desa. Yang mana hajat politik tersebut rentan sekali merusak keutuhan bangsa dan negara. Oleh karenanya kami selaku DEMA FUAD ingin merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan, supaya kita sebagai mahasiswa minimalnya bisa menjadi benteng pertahanan kokohnya persatuan bangsa Indonesia.”  Ujar M. Deden Jalaludin Sayuti selaku Ketua DEMA FUAD
 Kegiatan yang dilaksanakan di gedung SBSN Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam tersebut dihadiri oleh beberapa orang Narasumber diantaranya yaitu M. Nuruzzaman, M.Si yang merupakan seorang Komandan Densus 99 GP Ansor,yang kedua Anton Sulaiman, M.I.kom. beliau merupakan Sekretaris KNPI Kota Cirebon periode 2016-2019 dan yang terakhir Dr. Didi Junaidi, M.A selaku Dosen jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon / Direktur Penerbit Rahmadina Publishing.
Anton Sulaiman mengungkapkan, sebagai mahasiswa sudah sepatutnya kita hidupkan kembali narasi-narasi kebangsaan. Jangan sampai era globalisasi ini yang mana budaya asing begitu mudahnya masuk sehingga melunturkan nilai-nilai kebangsaan, ditambah adanya era digital yang sangat kencang ini tidak mampu menumbuhkan kembali literasi-literasi kebangsaan yang ada menimbulkan perpecahan.
“Anggap saja yang mengikuti dialog ini sedang phobia dengan nasionalisme dan agama” ujarnya.
Narasumber lainnya, Didi Junaidi mengungkapkan, cinta kepada negeri tidak butuh alasan, tidak butuh dalil. Seperti bagaimana Rasulullah sangat mencintai negerinya, karena sebenarnya fitrah manusia tidak dapat melupakan kampung halamannya.
 “Kegiatan seperti ini juga merupakan bentuk cinta kita terhadap negeri” ujarnya-

Prasetio (1608101035)
Instagram: 
Facebook:- 

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Sebagai Bentuk Cinta Tanah Air, Inilah yang Dilakukan DEMA FUAD di Hari Kelahiran Nabi MUhammad SAW"