Sastra adalah aset yang sangat besar
bagi kemajuan bangsa, bagaimana tidak? Banyak di antara orang-orang yang sukses
mereka menuliskan pemikirannya melalui sebuah tulisan sehingga mereka mudah
menggenggam dan merubah dunia melalui tulisan-tulisannya.
Banyak dari kita yang senang menulis
namun enggan untuk mengirimkan tulisannya karena menganggap tulisannya tidak
layak dipublikasikan, padahal semuanya bisa saja menulis dan dibaca oleh orang
lain tanpa berpikiran negatif terlebih dahulu. Karena menulis bukan bakat,
namun kemauan. Kemauan kita untuk menulis sehingga tulisan tersebut dapat
merubah orang lain dan bermanfaat karena terdapat banyak makna yang tersirat di
dalamnya.
Remaja yang berkemauan keras untuk
menulis ia berpotensi besar untuk kemajuan suatu bangsa dengan tulisannya, ia
dapat merubah suatu bangsa bahkan dunia mampu ia genggam. Maka dari itu mengapa
di sekolah-sekolah diajarkan cara untuk menulis yang baik sehingga menjadi
perbekalan bagi kita agar terdidik menjadi seorang yang berkemauan bahkan
berbakat dalam hal tulis menulis.
Banyak orang-orang hebat yang menuliskan
pemikirannya atau apapun itu dalam sebuah tulisan sehingga apa yang mereka
tulis dapat dibaca oleh khalayak sehingga tulisan-tulisan mereka dapat merubah
seseorang yang membaca tulisannya.
Sastra menjadi suatu pilihan bagi
remaja agar menjadi populer seantero nusantara. Cara gampang yang dapat diburu
oleh remaja untuk mendapatkan eksistensi dari masyarakat. Mencoba berbagai hal
untuk menunjukkan bakat dan mengembangkan potensi sehingga diakui oleh
masyarakat, semua menjadi cara untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri
maupun bagi orang yang dikasihi.
Pandangan orang mengenai sastra
sangat berbeda, pengaruh globalisasi membuat sastra berkembang pesat. Banyak
bermunculan forum lingkar pena atau apapun itu untuk mengasah potensi yang
dimiliki, namun menulis bukanlah suatu bakat, akan tetapi kemauan. Sehingga
siapapun bisa menulis jika ia berkemauan keras untuk berkontribusi bagi negara
dan sekitar.
Kepopuleran para penulis muda
membuat semangat para remaja berkobar untuk menciptakan sebuah karya yang luar
biasa, namun puncak menulis bukan menghasilkan karya yang luar biasa, karena
setiap orang berbeda-beda dan proseslah yang menentukan hasilnya sehingga hasil
itu bermakna bagi para pembaca khususnya.
Remaja pecinta sastra sangat berkontribusi
besar bagi kemajuan bangsa, mereka menjadi perpustakaan berjalan sehingga
berkontribusi untuk sastra ke depan. Mereka adalah aset yang sangat luar biasa
jika mereka percaya diri untuk menulis sehingga karyanya dapat dipublikasikan
dan bermanfaat bagi khalayak.
Menulis merupakan suatu kebutuhan,
bukan hanya menulis sastra, menulis apa saja yang ada di pikiran kita sehingga
kita mampu mendokumentasikan apa yang menjadi pemikiran kita. Karena banyak
orang-orang hebat di luar sana yang
tidak jauh dengan menulis, mereka menuliskan apa yang menjadi pemikirannya
sehingga dunia mampu mereka genggam. Menulis adalah mendokumentasikan apa yang
ada dalam benak kita melalui sebuah tulisan sehingga tulisan tersebut dapat
memberikan hikmah dan makna bagi para pembacanya.
Meski belum banyak berdiri komunitas
pecinta sastra untuk berekspresi dan mengembangkan diri, namun tekad dan
kemauan yang kuat menjadi suplemen bagi pengembangan diri untuk mencapai tujuan
yang ingin dicapai sehingga bermanfaat bagi orang lain.
Sudah saatnya remaja menjadikan
sastra sebagai kebutuhan dan gaya hidup untuk mengekspresikan diri sehingga
menjadi suatu kebanggaan bagi diri sendiri maupun orang lain sehingga
memberikan warna bagi suatu bangsa untuk mencapai kemajuan, merebaknya
tulisan-tulisan sehingga menjadi booming di kalangan remaja menjadi cara untuk
mengekspresikan diri sehingga dapat diterima eksistensinya. Sehingga karya
tersebut terus berlanjut sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar bagi
suatu bangsa.
Pencarian jati diri yang kuat pada
remaja membuat ia ingin diketahui keberadaanya sehingga sastralah yang mampu
mengubah agar remaja dapat diterima oleh khalayak. Oleh karena itu, tekad dan
kemauan yang kuat sangat mendominasi agar remaja dapat menemukan jati dirinya.
Sastra adalah sarana positif untuk
mengekspresikan diri agar tidak jatuh dalam hal-hal negatif. Maka dari itu
mengenal sastra dan mempelajarinya sangat penting bagi para remaja khususnya,
sehingga ia dapat diterima keberadaanya di masyarakat. Karena orang-orang hebat
berawal dari tulisannya yang booming di masyarakat sehingga ia mampu
menggenggam dunia melalui tulisan-tulisannya.
Mengingat pentingnya sastra bagi
remaja, maka sastra seharusnya tidak hanya dikenalkan di lembaga pendidikan formal,
melainkan di lembaga pendidikan non formal sehingga mereka dapat efektif dan
efisien untuk megenal sastra.
Eha Siti Julaeha (1608101008)
Instagram: @ehasiti_
Facebook: Eha Siti

Belum ada tanggapan untuk "Sastra di Kalangan Remaja"
Posting Komentar