Motivasi Menulis

Penulisan Berita : Pengertian, Jenis - Jenis Berita, Unsur, Nilai dan Struktur Naskah Berita


PENULISAN BERITA : PENGERTIAN, JENIS-JENIS BERITA, UNSUR, NILAI DAN STRUKTUR NASKAH BERITA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Jurnalistik dan Publisistik
Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester VII

Dosen Pengampu :
Muthoharoh, M.Pd.I




 Disusun oleh :
Kelompok 5
1.    Sintiya Rahayu                                  (1608101013)
2.    Yahya Nur Asip                                (1608101014)
3.    Yopi Muhamad Kahfi                       (1608101015)


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON TAHUN 2019/2020




KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Shalawat serta salam tidak lupa kami ucapkan untuk junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah serta taufik-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang berkontribusi dan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya entah itu dari referensi buku ataupun yang lainnya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami dalam membuat makalah ini, kami yakin masih banyak kekurangannya ataupun ada beberapa yang kurang tepat mengenai materi dan lain sebagainya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini dan harapan kami makalah ini semoga dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah makalah agar menjadi lebih baik lagi.
                      
                                   
 Cirebon, 05 November 2019


Penyusun





I.  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Berita merupakan salah satu hal yang sudah sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, salah satu cara memperoleh informasi adalah melalui berita. Seiring berkembangnya zaman beritapun mengalami berbagai macam perkembangan dari yang mulanya hanya sesuatu yang disampaikan dari mulut ke mulut tanpa ada kriteria yang jelas yang kemudian berkembang kedalam media tulis lalu media cetak dengan diiringi kriteria serta syarat – syarat tertentu dan pada akhirnya sampai merambah ke media elektronik dengan didampingi perkembangan internet yang semakin merambah ke berbagai tempat tanpa dibatasi jarak. Dewasa ini arus penyebaran berita seolah tidak bisa terbentung, berita dari tempat yang jaraknya ratusan kilometer pun bisa sampai hanya dalam hitungan menit bahkan detik melalui bantuan internet yang terhubung dengan gadget masing – masing orang di muka bumi ini. Media yang masih bertahan sampai saat ini dalam menyampaikan berita adalah media cetak baik berupa koran maupun majalah.Melihat hal tersebut maka mengetahui berita dari segala seginya seperti pengertian, Jenis – Jenis Berita, Unsur, Nilai dan Struktur Naskah Berita menjadi sesuatu yang cukup penting bagi setiap orang karena berita sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

B.     Rumusan Masalah

Dari rumusan masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1)      Apa yang di maksud dengan berita?
2)      Apa saja jenis – jenis, unsur-unsur dan nilai dari berita?
3)      Bagaimana struktur penulisan dalam berita?

C.    Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1)      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan berita
2)      Untuk mengetahui jenis – jenis, unsur-unsur dan nilai dari berita
3)      Untuk mengetahui bagaimana struktur penulisan dalam berita.

II.    PEMBAHASAN

A.    Pengertian Berita

Berita (news) berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Vrit (persamaan dalam bahasa Inggris dapat dimaknai dengan write) yang artinya “ada” atau “terjadi”. Sebagain ada yang menyebutnya dengan Vritta, artinya “kejadian” atau “peristiwa yang telah terjadi”. Vritta dalam bahasa Indonesia berarti “berita atau warta”.[1]
Dalam Kamus Bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwodarminta, berita diartikan sebagai “kabar atau warta”. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, arti berita diperjelas menjadi “laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat”. Jadi, berita dapat dikaitkan dengan kejadian atau peristiwa yang terjadi.
Berita (news) merupakan informasi yang layak disajikan kepada publik. Berita yang tergolong layak adalah informasi yang sifatnya faktual, aktual, akurat, objektif, penting dan tentu saja menarik perhatian publik. Berita merupakan unsur terpenting dari aktivitas media, baik media cetak, elektronik maupun online.
News merupakan kependekan dari North, East, West and South. Maksudnya adalah sifat berita yang menghimpun keterangan/informasi dari empat penjuru angina. Menurut Indah dalam bukunya, segala keterangan/informasi dari mana saja selama mengandung nilai-nilai berita dan patut diketahui publik adalah layak untuk dijadikan berita.
Salah satu pakar yaitu Dean M. Lyle Spencer, menyatakan pendapatnya bahwa berita itu didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat  atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca.
Haris Sumadiria dalam bukunya menyatakan bahwa berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televise, atau media online internet. Berita pada awalnya memamng hanya miliki surat kabar. Tetapi sekarang, berita telah menjadi daarah daging radio, televisi dan internet. Tak ada media tanpa berita, sebagaimana halnya tak ada berita tanpa media. Berita telah tampil sebagai kebutuhan dasar (basic need) masyarakat modern di seluruh dunia.[2]

B.     Jenis-Jenis Berita

Dalam penyajiannya, menurut Haris Sumadiria, ada tiga jenis berita dalam aktivitas jurnalistik.
1.      Berita Elementary
a.       Straight news report (Laporan berita langsung)
Yaitu berita yang berwujud laporan langsung dari suatu peristiwa yang ditulis dengan memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why + how).
b.      Dept news report (Laporan berita mendalam)
Yaitu berita yang berwujud laporan fakta-fakta mengenai peristiwa yang terjadi dan dikaitkan dengan fakta-fakta sebelum atau sesudah kejadian yang memengaruhinya.
c.       Comprehensive news (Berita menyeluruh)
Yaitu berita yang berwujud laporan fakta-fakta secara menyeluruh yang ditinjau dari berbagai aspek yang memengaruhinya. Selanjutnya, dikemas dalam satu keutuhan informasi sehingga pembaca memahami “makna lanjutan” dari berita tersebut.
2.      Berita Intermediate
a.      Interpretative news report (Laporan berita interpretatif)
Yaitu berita yang memfokuskan pada peristiwa/masalah yang bersifat kontroversial dan menarik perhatian publik. Wartawan memberikan analisis dan interpretasi dalam penulisannya.
b.      Feature story report (Laporan berita khas)
Yaitu berita yang  menyajikan informasi dan fakta yang menarik perhatian pembaca dengan gaya penulisan yang lebih menarik, sederhana dan bersifat ringan. Terkadang diselipkan humor sehingga penyajian beritanya berbeda dari kebanyakan berita yang telah ada sebelumnya.
3.      Berita Advance
a.      Depth Reporting (Pelaporan mendalam)
Yaitu berita yang disajikan secara lebih mendalam, tajam, lengkap dan utuh dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui dari berbagai perspektif dan lengkap tentang suatu peristiwa atau masalah yang terjadi.
b.      Investigative Reporting (Pelaporan investigasi/penyelidikan)
Yaitu berita yang memfokuskan pada peristiwa atau masalah yang kontroversial, seperti berita interpretative. Berita investigasi merupakan hasil penyelidikan wartawan terhadap sebuah fakta sehingga memperoleh fakta-fakta baru yang bersifat khusus dan memiliki nilai berita yang tinggi.
c.       Editorial news (Berita editorial/tajuk rencana)
Yaitu berita yang menyajikan pikiran institusi media terhadap suatu peristiwa atau masalah yang aktual dan layak mendapat perhatian publik. Biasanya, disertai opini yang menafsirkan fakta-fakta sehingga dapat memengaruhi opini publik.
Adapun jenis-jenis berita lainnya dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, diantaranya:
1)      Berita berdasarkan berat dan ringan.
a)      Berita berat. Berita berat ini merupakan berita yang menunjuk pada per istiwa yang mengguncangkan dan menyita perhatian seperti kebakaran, gempa bumi dan kerusuhan.
b)      Berita ringan. Berita ringan ini merupakan berita yang menunjuk pada peristiwa yang lebih bertumpu pada unsur-unsur ketertarikan manusiawi, seperti pesta pernikahan bintang film, atau seminar sehari tentang perilaku seks bebas di kalangan remaja.
2)      Berita berdasarkan sifatnya
a)      Berita diduga. Berita diduga adalah peristiwa yang direncanakan atau sudah diketahui sebebelumnya, seperti lokakarya, pemilihan umum, dan peringatan hari-hari bersejarah. Proses penanganan berita yang sifatnya diduga disebut making news. Artinya kita berupaya untuk menciptakan dan merekayasa berita (news engineering). Proses penciptaan atau perekayasaan berita itu dilakukan melalui tahapan perencanaan di ruang rapat redaksi, dilanjutkan dengan observasi, serta ditegaskan dalam interaksi dan konfirmasi di lapangan. Semuanya melalui prosedur manajemen peliputan yang baku, jelas, terstruktur, dan terukur. Orang yang meliputinya disebut sebagai reporter (pelapor).
b)      Berita tak terduga. Berita tak terduga adalah peristiwa yang sifatnya tiba-tiba, tidak direncanakan, tidak diketahui sebelumnya, seperti kereta api terguling, gedung perkantora terbakar, bus tabrakan, kapal tenggelam, pesawat dibajak, atau ledakan bom di pusat perbelanjaan. Proses penanganan berita yang sifatnya tidak diketahui dan tidak direncanakan sebelumnya, atau yang sifatnya tiba-tiba itu, disebut hunting news. Orangnya disebut hunter (pemburu)
3)      Berita berdasarkan lokasi peristiwanya:
a)      Berita yang terjadi di tempat tertutup (indoor news). Misalnya, tentang sidang kabinet, seminar, dan pengadilan. Berita ini juga disebut sebagai berita ringan, karena tidak sampa mengguncangkan perhatian serta tidak menimbulkan dampak yang luas terhadap masyarakat.
b)      Berita yang terjadi di tempat terbuka (outdoor news). Misalnya, berita tentang kerusuhan, bencana alam, peperangan yang terjadi di tempat terbuka. Berita jenis ini umumnya masuk kategori berita berat. Namun, tidak semua berita terbuka termasuk berita berat. Hard news dan soft news hanya menunjuk pada kualitas berita, dan bukan pada lokasi peristiwa.
4)      Berita berdasarkan materi isinya:
a)      Berita pernyataan pendapat, ide atau gagasan (talking news)
b)      Berita ekonomi (economic news)
c)      Berita keuangan (financial news)
d)      Berita politik (political news)
e)      Berita sosial kemasyarakatan (social news)
f)       Berita pendidikan (education news)
g)      Berita hukum dan keadilan (law and justice news)
h)      Berita olahraga (sport news)
i)       Berita criminal (crime news)
j)       Berita bencana dan tragedy (tragedy and disaster news)
k)      Berita perang (war news)
l)       Berita ilmiah (scientifict news)
m)   Berita hiburan (entertainment news)
n)      Berita tentang aspek-aspek ketertarikan menusiawi atau minat insani (human interest news)
Pengetahuan dan pemahaman tentang klasifikasi berita sangat penting bagi setiap reporter, seditor, dan bahkan para perencana dan konsultan media (media planer) sebagai salah satu pijakan dasar dalam proses perencanaan (planning), peliputan (getting), penulisan (writing), dan pelaporan serta pemuatan, penyiaran atau penayangan berita (reporting and publishing).

C.    Nilai Berita (News Value)

Nilai-nilai berita menurut Brian S. Brook:
1.      Aktual (Timeliness)
Berita yang sedang atau baru saja terjadi (aktualitas waktu dan masalah).
2.      Keluarbiasaan (Unusualness)
Berita adalah sesuatu yang luar biasa.
3.      Akibat (Impact)
Berita adalah hal yang berdampak luas.
4.      Kedekatan (Proximity)
Berita adalah sesuatu yang dekat, baik psikologis maupun geografis.
5.      Informasi (Information)
Berita adalah informasi. Menurut Wilbur Schramm, informasi adalah hal yang bisa menghilangkan ketidakpastian.
6.      Konflik (Conflict)
Berita adalah konflik atau pertentangan.
7.      Orang penting (Public figure/news maker)
Berita adalah tentang orang-orang penting yang menjadi figure publik, sehiingga apa yang dilakukannya atau apa yang terjadi pada dirinya menarik perhatian publik untuk tahu.
8.      Kejutan (Surprising)
Berita adalah kejutan, yang datangnya tiba-tiba diluar dugaan, saat sebelumnya hampir tidak mungkin.
9.      Ketertarikan manusia (Human interest)
Berita adalah hal yang menggetarkan hati, menggugah perasaan dan mengusik jiwa.
10.  Seks (Sex)
Berita dalah informasi seputar  seks, yang terkait dengan perempuan.

Sedangkan menurut Mondry sebagai mana mengutip pendapat Assegaff unsur-unsur nilai berita terbagai kedalam beberapa bagian berikut ini :
1.      Termasa (aktual/baru/hangat)
Suatu berita akan menarik perhatian bila informasi yang dijadikan berita itu merupakan sesuatu yang baru. Semua media berusaha memberitakan informasi tersebut secepatnya, seuai periodisasinya. Kalau beritanya “besar”, misalnya kecelakaan pesawat terbang menewaskan banyak orang, media berebut menjadi yang pertama menyiarkanya. Radio mungkin akan menyiarkanya secara lansung, begitu juga televisi.
Tetapi, ada suatu catatan yang perlu diketahui tentang barunya suatu informasi.selain peristiwanya baru, suatu berita yang sudah lama terjadi, tetapi kemudian ditemukan sesuatu yang baru dari peristiea itu, dapat dikatakan berita tersebut menjadibaru lagi.
2.      Ternama (penting/tidaknya) orang yang diberitakan
Adayang mengungkapakn nama memunculkan berita, maksud dari ungkapan itu bukan nama si Ali atau si Badu, tetapi ternama atau tidak orang yang diberitakan tersebut.
Bila orang biasa pergi keluar negeri, mungkin tidak ada media yang memeberitakannya, tetapi bila Presiden RI ke luar negeri, tentu semua media di Indonesia akan memberitakan secara lengkap, mulaidari berangkat, kgiatan di lur negeri dan sampai kembali ke tanah air.
            Namun ada juga yang menarik, orang-orang yang tinggal di perbatasan Indonesia  dengan negara tetangga justru lebih sering ke luar negeri dibanding Presiden, karena bila hendak ke pasar berarti dia harus ke luar negeri. Informasi itu juga layak diberitakan, tetapi tentu dalam tulisan berita yang dibentuk feature.
3.      Jarak (jauh/dekat) lingkungan yang terkena berita 
Suatu berita secara umum ingin diketahui orang-orang yang “terkena” informasi itu, sehingga ada lingkungan yang dipengaruhi berita itu. Semakin besar lingkungan yang terkena berita, semakin menarik berita itu.
Tetapi kedekatan itu juga dapat dikaitkan dengan perasaan dekat, meskipun jaraknya jauh. Misalnya masyarakat tentu merasa dekat dan ingin tahu tentang nasib TKI yang dianiyaya majikannya di luar negeri. Demikianpula bila seseorang yang berasal dari daerah lain, meskipun dia jauh dari daerah asalnya, tetapi dia merasa dekat, sehingga orang itu akan tertarik pada informasi tentang daerah asalnya.
4.      Keluarbiasaan
Informasi yang dijadikan berita akan menarik perhatian masyarakat bila terdapat keluarbiasaan, apalagi sendainya sesuatu yang luar biasa itu belum pernah terjadi. Seseorang dapt mengangkat sekarung beras dengan berat 100 kg itu sudah biasa, tidak usah diberitakan, tetapi bila orang mengangkat 1.000 kg beras atau 10 karung sekaligus tentu menarik perhatian.
5.      Akibat yang mungkin ditimbulkan berita
Seandainya ada berita harga cabe di daerah A naik, berita itu mungkin hanya masyarakat  atau petani daerah A yang tertarik pada informasi itu, tetapi bila diberitakan pemerintah akan menaikan harga beras, tentu masyarakatseluruh Indonesia ingin tahu informasinya, karena kenaikan harga beras akan berpengaruh di seluruh daerah Indonesia.
6.      Ketegangan yang ditimbulkan
Situasi tegang dapat menimbulkan rasa ingin tahu dan menjadi bahan berita  menarik. Misalnya, terjadi gempa bumi, seorang anak berusia balita terjepit di reruntuhan, petugas berusaha menolongnya dengan mencoba memperbesar lubang supaya ada orang yang bisa masuk. Sedangkan di tepi puing-puing gedung itu, ibu dari anak itu menangis tersedu-sedu disabarkan sanak saudara dan tetangganya.
7.      Pertentangan (conflict)
Bila ada orang bertenagkar, minimal tetangganya ingin tahu, meskipun mungkin melihatdan mendengar dengan diam-diam. Itu kenyataan, pertentangan menarik perhatian. Olahraga yang memperlihatkan pertentangan banyak menarik perhatian masyarakat, seperti pertandingan tinju juara dunia sering menjadi berita utama media massa.
8.      Seks
Seks usianya mungkin hampir sama dengan umur zaman dan selalu memainkan peran. Tidakkah karean Cleopatra yang cantik dapat menaklukkan raja yang menajdi saingannya? Bukankan sekandal seks para tokoh menajdi perhatian masyarakat, baik dinegeri ini maupun manca negara? Persoalan yangterkait dengan seks bisa melebar ke persoalan lain, mungkinmenyebabkan peperangan, pembunuhn dan lain-lain. Karena itu masalah seks menarik dan dapat diberitakan, tetapi dengan suatu catatan, harus hati-hati dalam memberitakannya.
9.      Kemajuan
Manusia senang dengan kemajuan yang diperoleh, baik kemajuannya sendiri maupun orang lain. Orang tua ingin anaknya menjadi sarjana; bisa dokter, insinyur atau doktorandus. Kemajuan yang menarik itu bukan hanya dalam masalah keluarga,tetapi jugadalam ilmu pengetahuan, pengobatan, luar angkasa dan lain-lain. Jadi bila seseorang mampu mengungkapkan dengan bahasa yang menarik,tentu akan menjadi berita menarik bila misalnya keluarga petani sederhana memiliki enam anak.  
10.  Emosi yang diungkap dalam berita
Manusia merupakan makhlu yang sangat dipengaruhi emosi seperti marah,benci, sayang, kasihan, termasuk diantaranya simpati dan empati yang mungkin muncul akibat suatu berita yang menarik perhatian masyarakat. Bali merupakan pulai di Indonesia, ketika terjadi ledakan bom di Denpasar, bali yang menewaskan ratusan orang, beritanya membuatseluruh dunia bersimpati terhadap musibah itu.
11.  Humor dalam berita
Kelucuan memang menarik perhatian, bahkan sampai ada buku-buku humor yang laris, seperti “Mati Ketawa Ala Rusia”, “Mati Ketawa Ala Madura” dan dalin-lain, bahkan ada yang bilang orang yang suka tertawa awet muda atau manusia merupakan makhluk hidup yang pandai tertawa.
12.  Human Interest
Penggunaan istilah ini, sekedar pembeda akibat unsur yang dimilikinya berbeda dengan unsur-unsur lain. Artinya, berita ini unsurnya bukan karena orang terkenal, atau menimbulkan emosi masyarakat. Misalnya, berita seekor monyet yang pandai meniru manusia yang bisa menangis ketika minta makan lalu bersepeda, menulis dan membaca.[3]

D.    Unsur-Unsur Berita

Unsur – unsur yang membuat suatu berita layak untuk dimuat bisa dilihat dalam pasal 5 kode etik jurnalistik wartawan Indonesia berikut ini : “wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri.  Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.”
Dari ketentuan yang ditetapkan oleh kode etik jurnalistik itu mejadi jelas bahwa berita pertama – tama harus cermat dan tepat (Akurat), harus lengkap (complete), adil (fair) dan berimbang (balanced), objektif, harus ringkas (concise), jelas (clear) dan hangat (current).
1.      Akurat
Wartawan harus memiliki kehati – hatian yang sangat tinggi dalam melakukan pekerjaannya. Kehati – hatian dimulai dari kecermatannya terhadap ejaan nama, angka, tanggal, dan usia serta disiplin diri untuk senantiasa melakukan periksa ulang atas keterangan dan fakta yang ditemuinya. Akurasi juga berarti benar dalam memberikan kesan umum, benar dalam sudaut pandang pemberitaan yang dicapai oleh penyajian detail-detail fakta dan oleh tekanan yang diberikan pada fakta – faktanya.
2.      Lengkap, Adil dan Berimbang
Berita harus lengkap, adil dan berimbang adalah bahwa seorang wartawan harus melaporkan apa yang sesungguhnya terjadi. Misalnya, manakala seorang politisi memperoleh tepukan tangan yang hangat dari hadirin ketika menyampaikan pidatonya, peristiwa itu haruslah ditulis apa adanya. Tetapi, ketika sebagian hadirin walked out sebelum pidato berakhir, itu juga harus ditulis apa adanya. Jadi, ada dua situasi yang berbeda, keduanya harus termuat dalam berita yang ditulis.
3.      Obyektif
Berita obyektif artinya berita yang dibuat itu selaras dengan kenyataan, tidak berat sebelah dan bebas dari prasangka. Memang untuk bersikap onyektis 100% sangat sulit, hampir tidak mungkin, karena latar belakang seorang wartawan seringkali mewarnai hasil karyanya.
4.      Ringkas dan Jelas
Dengan menulis ringkas, jelas dan sederhana, wartawan tidak perlu takut dikatakan tidak punya gaya. Karena pujangga besar Ernest Hemingway lewat cerpennya The Snow of Kilimanjaro yang juga telah difilmkan, dan cerpennya yang lain, The Killers memiliki alur gerak dinamik yang tumbuh dari gaya jurnalistiknya, yaitu kepandaiannya bertutur yang ringkas dan intens maupun cara bertuturnya yang saling susul  itu. Penulisan berita yang efektif memberikan efek mengalir tanpa kepandaian bertutur yang berlebihan. Ia ringkas, terarah, tepat dan menggugah.
5.      Hangat
Berita adalah padanan kata news dalam bahasa Inggris. Kata News itu sendiri menunjukkan adanya unsur waktu yaitu new yang berarti baru lawan dari lama.[4]

E.     Struktur Berita

Struktur Kronologis
Gaya penulisan struktur berita kronologis merupakan gaya penulisan berita konvensiaonal. Gaya ini, selain terasa sangat datar (linear), juga kurang membantu pembaca dalam menangkap esensi beritanya (essence of news story) gaya penulisan kronologis terkesan monoton karena tidak mudah menangkap esensinya, pekerjaan penyuntingan (editing) juga menjadi lebih berat, terutama jika dikaitkan dengan desakan ruang yang terbatas pada lembaran surat kabar.

Struktur Piramida Terbalik
Gaya penyusunan struktur berita yang paling disarankan selama ini adalah struktur piramida terbalik (Inverted Pyramid). Teknik atau gaya ini diperkenalkan untuk menyikapi tekanan suasana kerja yang tergesa-gesa di kalangan jurnalis. Pola hidup para pembaca masyarakat industri di perkotaan (urban community readers) yang kekurangan waktu untuk memerlukan teknis penulisan yang lebih praktis. Gaya piramida terbalik ditujukkan bagi pembaca cepat (speed readers), bahkan menurut Mario Garcia di era digital ini demi melayani pembaca super cepat (supersonic readers), gaya penulisan dengan formula 5W +1H dinilai terlalu lambat, tidak lancar, dan mengandung informasi yang menyesakkan.[5]
Gaya penulisan piramida terbalik ini dianggap sesuai, pas dan serasi dalam penulisan berita karena :
1.      Membiasakan wartawan untuk senantiasa mendahulukan informasi paling penting di depan dan memuat hal yang kurang penting di belakang serta menyisihkan informasi yang tidak diperlukan.
2.      Memudahkan reporter dalam menyusun berita karena di kepala seorang reporter sudah bertumpuk sekian banyak informasi dan data mengenai berbagai fakta dan peristiwa, sementara deadline terus mengejar dirinya sehingga tidak ada lagi istilah “tidak mood”.
3.      Memudahkan pekerjaan para redaktur atau editor mempersiapkan pemuatannya dalam ruang (space) yang terbatas dan sekaligus mengatasi tekanan waktu.
4.      Membantu pekerjaan layout man dalam mengatur tata letak berita, foto, iklan, kartun, kolom dan rubrukasi sebab kalau ada kelebihan satu baris atau satu alinea, cukup dibbuang yang paling belakang tanpa mengurangi esensi beritanya.
5.      Memenuhi kebutuhan pembaca cepat (speed readers).
Struktur penulisan piramida terbalik adalah suatu bentuk penulisan yang mendahulukan atau memprioritaskan informasi  yang paling penting di depan, menyusul yang penting berikutnya dan ditutup dengan informasi yang kurang penting di belakang.

Dalam bahasa komposisi, informasi terpenting dijadikan sebagai pokok berita atau bagian pembuka yang biasa disebut dengan teras berita (lead). Setelah itu, biasanya disusul dengan beberapa keterangan mengenai teras. Lalu di bagian tubuh berita diisi dengan informasi penting yang menjelakan detail atau rincian teras. Kemudian, ditutup dengan bagian yang kurang penting di bagian akhir berita.[1]
MacDougall menyebutkan bahwa gaya piramida terbalik sama dengan gaya spiral, yaitu tulisan yang lebar di atasnya dan kian menyempit ke bawahnya.





III.    PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Berita merupakan kabar yang disampaikan melalui media. Seperti dikatakan oleh Haris Sumadiria yang menyatakan bahwa berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media online internet.
2. Berita memiliki beberapa jenis-jenis, unsur-unsur dan nilai. Jenis berita diantaranya, berita berdasarkan berat dan ringan, berita berdasarkan sifatnya, berita berdasarkan lokasi peristiwanya, dan berita berdasarkan materi isinya. Adapun menurut Haris Sumadiria, ada tiga jenis berita dalam aktivitas jurnalistik, diantaranya berita Elementary, berita Intermediate dan berita Advance. Unsur berita diantaranya cermat dan tepat (Akurat), harus lengkap (complete), adil (fair) dan berimbang (balanced), objektif, harus ringkas (concise), jelas (clear) dan hangat (current). Sedangkan nilai berita diantaranya aktual (Timeliness), keluarbiasaan (Unusualness), akibat (Impact), kedekatan (Proximity), informasi (Information), konflik (Conflict), orang penting (Public figure/news maker), kejutan (Surprising), ketertarikan manusia (Human interest), dan seks (Sex).
3. Struktur berita ada dua, yaitu struktur kronologis dan struktur piramida terbalik. Struktur kronologis yaitu struktur berita yang gaya penulisan struktur berita kronologis merupakan gaya penulisan berita konvensiaonal. Sedangkan struktur piramida terbalik yaitu struktur berita yang gaya penulisannya diperkenalkan untuk menyikapi tekanan suasana kerja yang tergesa-gesa di kalangan jurnalis.

B. Saran

             Pada saat pembuatan makalah penyusun menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber penyusun akan memperbaiki makalah ini. Oleh sebab itu penyusun harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan diatas.
           


DAFTAR PUSTAKA

Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2012. Jurnalistik  :Teori dan Praktik. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Indah Suryawati. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar (Teori & Praktik). Bogor: Ghalia Indonesia.
Mondry. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor : Ghalia Indonesia.
Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik : Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta : Erlangga.





[1] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik : Petunjuk Teknis Menulis Berita. Hlm. 86 




[1] Indah Suryawati. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar (Teori & Praktik). Bogor: Ghalia Indonesia. Hlm. 67
[2] Haris Sumadiria. 2017. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Hlm. 65
[3] Mondry. 2016. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor : Ghalia Indonesia. Hlm. 145-149
[4] Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2012. Jurnalistik  :Teori dan Praktik. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hlm. 47-57
[5] Sedia Willing Barus. 2010. Jurnalistik : Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta : Erlangga. Hlm. 85-86

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Penulisan Berita : Pengertian, Jenis - Jenis Berita, Unsur, Nilai dan Struktur Naskah Berita"

Posting Komentar