![]() |
| Gambar Milik Kompasiana.com |
Pada tanggal 10 November 2019
seorang warga Negara yang baik mengikuti pemilihan kepala desa salah satunya di
desa X (nama desa disamarkan) didesa X itu mempunyai 3 calon kepala desa untuk
salah satunya menjadi pemimpin masyarakat.
Ketiga calon kepala desa itu adalah
asli dari desa X tersebut hanya saja berbeda Blok, RT, RW nya saja.semua
masyarakat antusias untuk mengikuti pemilihan tersebut salah satunya keluarga
“Kumbang” (nama keluarga disamarkan) dikeluarga kumbang itu mempunyai tiga seorang
laki-laki yang setiap laki-laki itu mempunyai keluarga kecil lagi. Sebut saja anak
laki-laki yang pertama dengan sebutan “abang”, anak yang ke dua sebut saja “
aa” dan anak yang ketiga sebut saja “ mas”.
Dari ketiga anak itu mempunyai
jagoan atau kandidatnya masing-masing yang berbeda “abang” memilih calon kepala
desa nomer urut 3, sedangkan “aa” dan “mas” ini memilih calon kepala desa nomor
urut 2. Mereka bertiga berlomba-lomba untuk membuktikan bahwa calon kepala desa
yang ia pilih itu aka menang.
Akan tetapi kenyataanya mereka harus
menerima bahwa calon kepala desa yang mereka pilih itu hanya satu yang nanti
menjabaat kepala desa . dan ternyata yang menang itu calon kepala desa nomor
urut 2 yang memiliki suara terbanyak walaupun hanya berbeda 100 suara dari
nomor urut 3. “abang” yang memilih jagoan nomor urut 3 mengetahui bahwa jagoan
yang ia pilih itu kalah “abang” itu marah dan berkata kasar kepada adik-adiknya
dan pada saat itu juga adik-adiknya yang dua itu terpancing amarahnya juga
karena dikasarin omongan sama “abang”
tersebut.
Seuruh
tetangganya itu mengetahui keluarga “kumbang” itu terpecah saling bermusuhan disebabkan karena
berbeda pendapat. Sampai sekarang permusuhan itu belum juga redam .Siti Nur Azizah (1608101016)
Instagram : @sitinurazizaha483
Facebook : -

Belum ada tanggapan untuk "Hancurnya Sebuah Keluarga Gara-gara Pemilihan Kepala Desa"
Posting Komentar