Senin, (25/11) Kemarau
merupakan salah satu musim yang ada di Indonesia. Musim ini diindikasikan
dengan naiknya suhu udara yang mengakibatkan cuaca menjadi terik dan panas.
Apabila musim kemarau datang maka beberapa dampak bisa dapat dirasakan oleh
masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Salah satu dampak dari musim kemarau
yang paling dikeluhkan oleh masyarakat adalah kekeringan atau langkanya sumber
air bersih. Akibatnya adalah masyarakat di berbagai daerah mengalami krisis air
bersih, petani-petani mengalami gagal panen karena tanah lahannya kering, dan
lain-lain.
Kemarau tahun ini bisa dikatakan sebagai kemarau yang paling parah
bagi warga Desa Bangodua. Pasalnya, warga desa Bangodua mengalami kekeringan
dan kesulitan mencari air. Meskipun kekeringan yang dialami oleh warga desa
Bangodua tidak separah kekeringan yang dialami warga di daerah lain, tetapi
peristiwa ini menjadi peristiwa yang cukup mengejutkan bagi warga desa
Bangodua. Karena peristiwa kekeringan ini merupakan yang pertama kali dirasakan
oleh warga desa Bangodua. Sedangkan pada kemarau-kemarau tahun sebelumnya warga
desa Bangodua tidak pernah mengalami kekeringan atau kesulitan mencari air.
Sebagian warga desa Bangodua yang mengalami kekeringan, mereka mencari sumber
air bersih dengan mendatangi sumur-sumur warga yang masih terdapat banyak air.
Dengan membawa ember warga berdatangan ke sumur-sumur yang masih terdapat air
dan mengangkut air dari sana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti,
memasak, mandi dan juga mencuci. Seperti yang dilakukan oleh ibu Suneni, salah seorang
warga yang mengalami kekurangan air akibat air yang ada di sumur rumahnya sudah
tidak bisa dijangkau dengan tali timba. “Sudah satu minggu ini saya mengangkut
air dari sumur tetangga, soalnya sumur rumah saya airnya sudah nggak bisa di
timba lagi, kalau nggak mengangkut air dari sumur tetangga nanti saya nggak
bisa masak, mandi dan mencuci.” Ujar Suneni.
Namun, bagi warga desa Bangodua pemilik sumur yang setiap hari
airnya diangkut oleh beberapa warga lain pun turut mengungkapkan pendapatnya. “
Setiap hari ada saja tetangga yang mengangkut air dari sumur saya ini, bagi
saya silahkan – silahkan saja selagi airnya masih ada sih, tetapi kalau sudah
jam 09.00 ke atas air di sumur saya ini juga ikutan surut karena dari habis
subuh beberapa tetangga saya itu sudah pada mulai mengangkut air dari sumur
ini.” Ungkap Lastri.
Amalia Kusuma Dewi (1608101019)
Instagram: -
Facebook: -

Belum ada tanggapan untuk "Perdana! Desa Bangodua Kekurangan Air. Dampak Kemarau ?"
Posting Komentar